Santri Terlibat Pembunuhan

Sebelum Dihabisi, Zainal Pura-pura Ajak Tafsirul Mencari Pokemon Go

Agar mau diajak pergi, Zainal membujuk korban mencari monster Pokemon Go menggunakan sepeda motor.

Sebelum Dihabisi, Zainal Pura-pura Ajak Tafsirul Mencari Pokemon Go
banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid
Zainal Hakim (18), tersangka pelaku pembunuhan dan penculikan bocah di Tanahlaut diamankan jajaran Polres Tala. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Sempat membuat resah warga Desa Gunungraja, Tambangulang, Pelaihari, Zainal Hakim (18), tersangka penculik Tafsirul Husna (11) sejak 24 Juli 2016 lalu, berhasil dibekuk petugas Polres Tanahlaut.

Zainal Hakim dibekuk petugas di rumahnya di Desa Gunung Raja RT 4 Kecamatan Tambangulang , Selasa (9/8/2016) sekitar pukul 23.15 Wita.

Selain menculik korban, Zainal juga membunuh Tafsirul karena ingin menguasai Hp baru milik korban. Pembunuhan dilakukan tak lama setelah Zainal membawa bocah tetangganya itu pada Minggu 24 Juli 2016 sekitar pukul 20.00 Wita.

Menurut pengakuan Zainal kepada penyidik dari Polres Tanahlaut, dia mengajak Tafsirul sesuai korban selesai salat Magrib di dekat rumahnya. Agar mau diajak pergi, Zainal membujuk korban mencari monster Pokemon Go menggunakan sepeda motor.

Padahal saat itu dia mengincar handphone (Hp) baru merek Oppo Neo 7 milik Tafsirul.

Di tengah perjalanan Tafsirul dipaksa minum minuman kaleng yang telah dioplos dengan racun rumput. Saat Tafsirul mulai tak sadarkan diri, Zainal memukulnya.

"Autopsi dilakukan di RSUD Ulin Banjarmasin untuk memastikan apakah penyebab kematian korban karena diracun, dipukul benda tumpul karena di lokasi kejadian ada cangkul, saat dibungkus dalam karung atau saat dimasukkan dalam tanah," kata Kasatreskrim Polres Tala AKP Ade Papa Rihi, Rabu (10/8/2016).

Selanjutnya, Zainal mengambil ponsel Tafsirul. Dengan menggunakan ponsel korban, Zainal berupaya menghilangkan jejak. Dia mengirim pesan seolah-olah korban diculik.

"Ponsel saya tukar dengan iPad teman. Uang lebihnya saya gunakan untuk bayar SPP di pondok. Dua tahun saya menunggak bayar," ujar santri sebuah pondok pesantren di Bati-bati ini saat ditanya Kabagops Polres Tala, AKP Yusriandi Yusrin, kemarin.

Ade mengatakan kasus ini cukup lama baru terungkap. Pengungkapannya tak hanya dilakukan Polsek Tambang dan Jatanras Satreskrim Polres Tala, tetapi juga melibatkan Resmob Polda Kalsel. Ini karena tersangka punya keahlian menghilangkan jejak.

"Petunjuk kami adalah keterangan saksi yang menyebutkan sepeda motor yang membawa korban pada malam itu. Jenis dan warna sepeda motor itu di sekitar kediaman korban hanya milik tersangka,” jelas Ade. (tar)

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Metro Banjar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help