Ridwan Optimistis Pasar Mobil CBU Tak Tergeser LCGC

Makin ramainya mobil low cost green car (LCGC) di tanah air, ternyata direspons biasa saja oleh diler mobil impor atau completely built up (CBU).

Ridwan Optimistis Pasar Mobil CBU Tak Tergeser LCGC
banjarmasinpost.co.id/hari widodo
Booth Daihatsu digelaran GIIAS 2016 menampilkan Keunggulan Teknologi Sigra Superiot Point. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Ajang pameran otomotif bertaraf internasional Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2016 resmi dibuka Wakil Presiden (Wapres) RI Jusuf Kalla, Kamis (11/8) pagi. Setidaknya ada 31 merek kendaraan ambil bagian dalam event ini.

Sejumlah produk terbaru diperkenalkan, di antaranya mobil-mobil low cost green car (LCGC) yang menyasar segmen sejuta umat. Seperti kehadiran Sigra dari Daihatsu Astra dan Calya yang diusung Toyota.

Makin ramainya mobil low cost green car (LCGC) di tanah air, ternyata direspons biasa saja oleh diler mobil impor, atau completely built up (CBU). Segmen pasar yang disasar berbeda, menjadi alasan mereka tetap optimistis penjualan mobil CBU tetap bagus.

Branch Manager Kia Nusantara Banjarmasin, Totok Sardjono mengatakan penjualan mobil CBU akhir-akhir ini memang sedikit terkoreksi, artinya memang mengalami penurunan. Tetapi kondisi ini bukan karena kalah bersaing dengan LCGC, tetapi karena kondisi ekonomi yang lagi lesu.

Kia Nusantara tetap mengandalkan Kia Picanto, tipe manual yang dibanderol mulai Rp 197 jutaan dan matik, Rp 216 jutaan. Mobil Kia Picanto merupakan produk CBU dari Korea, beda dengan LCGC yang proses perakitannya di Indonesia.

"Penurunan memang lebih 30 persen. Jika konsumen menimbang-nimbang sebelum membeli mobil yang kisaran Rp 150-an juta, tentu akan tetap memilih Kia," katanya, Kamis (11/8/2016).

Dia beralasan, selain karena memberikan garansi lima tahun, juga karena Kia merupakan produk CBU dan ganti oli per 10 ribu. Target penjualan di saat kondisi ekonomi sekarang ini per bulan antara lima unit sampai 10 unit.

Pihaknya terus menggenjot penjualan dengan memberikan penawaran menarik. Diskon Rp 20 jutaan, bisa cash dan kredit serta DP cuma Rp 15 jutaan. Ditambahkannya, untuk pilihan warna Kia, warna favorit di Kalsel adalah putih, merah dan hitam.

Sementara itu Sales Supervisor Mazda Banjarmasin Ridwan juga optimistis penjualan mobil CBU tidak tergeser dengan kehadiran LCGC. Terlebih Mazda merupakan premium class.

"Beda kelas, segmennya juga beda, harganya pun jauh beda. Andalan penjualan unit Mazda saat ini adalah CX5, kisaran Rp 400-an juta sampai Rp 500-an juta," jelasnya.

Dia mengatakan, Mazda merupakan mobil pabrikan Jepang, sudah barang tentu kualitasnya tidak perlu diragukan lagi.

"Bermain di premium class, penjualan Mazda CX5 rata-rata dalam sebulan antara lima sampai 10 unit. Kami berikan promo diskon Rp 20 jutaan," tambahnya, berpromosi. (has)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved