Nur Istiqomah Hayati Peran Putri Layang

Di pementasan tersebut, cewek kelahiran Banjarmasin 18 September 1996 ini memerankan tokoh Putri Zalekha dan Teater Kolosal sebagai Putri Layang.

Nur Istiqomah Hayati Peran Putri Layang
Banjarmasin Post Group/Syaiful Anwar
Gusti Nur Istiqomah 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Akting Gusti Nur Istiqomah begitu pas dan sangat menghayati peran Putri Layang dalam Teater Kolosal Perang Banjar, Haram Menyerah, Wajah Sampai Kaputing.

"Alhamdulillah, saya tak begitu kesulitan memerankan tokoh Putri Layang. Sebelumnya, saya pernah bermain di kisah yang sama di tahun 2012 lalu, cuma tampilnya di Taman Budaya Provinsi Kalsel," cerita Nur Istiqomah.

Di pementasan tersebut, cewek kelahiran Banjarmasin 18 September 1996 ini memerankan tokoh Putri Zalekha dan Teater Kolosal sebagai Putri Layang.

"Karena sudah pernah tampil di kisah yang sama, sedikit banyak sudah tahu naskah ceritanya," tandasnya.

Selain itu, kata mahasiswi semester 5 Politeknik Hasnur Jurusan Perkebunan ini, dirinya sejak SMPN 7 Banjarmasin lalu sudah menekuni dunia teater, tepatnya di Teater Generasi dan sekarang pindah ke Teater Sanggar Budaya Kalsel.

Menurut Nur Istiqamah, kendala yang dialaminya saat latihan, karena berlatihnya tengah malam. Jadi, fisiknya sempat drop dan jatuh sakit akibat kecapean.

"Badan kurang enak dan kepala pusing-pusing. Untungnya pas tampil kemarin sudah sembuh," ucapnya.

Dirinya pun bersyukur dipercaya sutradara, Yadi memerankan Putri Layang di Teater Kolosal tersebut.

"Melalui penampilan teater iini, kami bisa memoerkenalkan sejarah perang Banjar. Ini juga untuk mengingatkan, dulu pernah terjadi pertumpahan darah melawan penjajah," katanya.

Diangkatnya kisah Perang Banjar ini juga sangat pas buat peringatan HUT Provinsi Kalsel dan HUT RI.

Penulis: Syaiful Anwar
Editor: Yamani Ramlan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help