Ini Kisah Tim Ekspedisi Mapala Unsoed yang Diadang Longsor Salju di Peru

"Tim mengawali pendakian tanggal 10 Agustus 2016 dari Desa Musho, Huaraz, Provinsi Yungay di ketinggian 3.000 mdpl menuju Basecamp Huascaran"

Ini Kisah Tim Ekspedisi Mapala Unsoed yang Diadang Longsor Salju di Peru
Dok. UPL MPA Unsoed
Pemandangan yang terlihat dari Camp 1 Gunung Huascaran, Peru, di ketinggian 5.300 meter di atas permukaan laut (mdpl). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PERU - Longsoran salju di Gunung Peru menghadang tim ekspedisi tepatnya di titik La Canaleta di ketinggian 5.500 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Inilah cerita pendakian dari Manajer Tim Ekspedisi Soedirman VI Indonesia-Peru 2016, Reza Kunarto tentang hambatan longsoran salju di Gunung Huascaran.

"Tim mengawali pendakian tanggal 10 Agustus 2016 dari Desa Musho, Huaraz, Provinsi Yungay di ketinggian 3.000 mdpl menuju Basecamp Huascaran di 4.200 mdpl," ungkap Reza dalam siaran pers kepada KompasTravel, Kamis (18/8/2016) dini hari.

Tim melaksanakan aklimatisasi atau penyesuaian kondisi tubuh terhadap ketinggian di Basecamp menuju Morraine Camp di ketinggian 4.800 mdpl lalu kembali ke Basecamp.

Hari selanjutnya lagi tim naik dari Basecamp menuju Morraine Camp lalu kembali ke Basecamp.

Kamis, 11 Agustus 2016, lanjut Reza, tim naik dari Basecamp menuju Morraine Camp untuk bermalam di sana.

Namun salah satu personel yaitu Arizal Maulana terkena penyakit AMS (Accute Mountain Sickness) sehingga harus dibawa turun kembali ke Basecamp.

"13 Agustus 2016, tim naik kembali menuju Morraine Camp untuk aklimatisasi, tetap saja kondisi tubuh Arizal tidak bisa menyesuaikan dengan ketinggian dan membuat tim terpaksa harus membawa turun kembali ke Desa Musho. Akhirnya pendakian tetap dilanjut dengan dua orang personel meskipun banyak pertimbangan lain karena waktu terus berjalan dan tidak mungkin untuk menunggu hingga waktu lama," paparnya.


Retakan es besar yang menghalangi jalur pendakian Gunung Huascaran, Peru akibat longsor.

"Tim beranjak menuju Camp 1 (5.300 mdpl) pada 15 Agustus 2016 memulai perjalanan jam 10.00. Tim tiba di Camp 1 pukul 16.00. Di Camp tersebut suara gemuruh longsoran salju yang sangat keras dan terlihat jelas dari La Canaleta bahkan terjadi pukul 18.00. Biasanya longsor tersebut terjadi pada siang hari antara 11.00 – 15.00," kata Reza.

Halaman
123
Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved