Ini Kisah Tim Ekspedisi Mapala Unsoed yang Diadang Longsor Salju di Peru

"Tim mengawali pendakian tanggal 10 Agustus 2016 dari Desa Musho, Huaraz, Provinsi Yungay di ketinggian 3.000 mdpl menuju Basecamp Huascaran"

Ini Kisah Tim Ekspedisi Mapala Unsoed yang Diadang Longsor Salju di Peru
Dok. UPL MPA Unsoed
Pemandangan yang terlihat dari Camp 1 Gunung Huascaran, Peru, di ketinggian 5.300 meter di atas permukaan laut (mdpl). 

Informasi bahaya longsor tersebut juga dikuatkan oleh pendaki lain yang juga mendaki Gunung Huascaran.

"Bahkan beberapa pendaki asal Italia dan Jerman memutuskan turun setelah melihat kondisi jalur di La Canaleta serta mengkomunikasikan kepada Tim bahwa longsor salju terjadi setiap waktu," cerita Reza.

Saat ini, Reza menyebutkan tim sudah berada di Basecamp Gunung Huascaran dan mengadakan upacara bendera Merah Putih di ketinggian 4.200 mdpl.

Adapun tiga pendaki Indonesia yang tergabung dalam event Ekspedisi Soedirman VI Indonesia – Peru 2016 yaitu Dwi Novian Arbi, Aji Kurniawan, dan Arizal Maulana.

Gunung Huascaran berketinggian 6.768 mdpl dan juga merupakan puncak tertinggi di Peru.

"Tuhan Yang Maha Esa berkehendak lain, faktor alam tak bisa dilawan dan dihindari hal terpenting adalah Standart Operational Procedure (SOP) telah dipatuhi karena itu adalah faktor utama untuk keselamatan pendakian di manapun," tutup Reza.

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved