Beda Segmen, Pengembang Kalsel Optimistis Rumah Nonsubsidi Tetap Laris

Harga rumah nonsubsidi tentu lebih tinggi dari rumah bersubsidi. Namun dari sisi kualitas dan material yang dipergunakan tentu juga lebih baik.

Beda Segmen, Pengembang Kalsel Optimistis Rumah Nonsubsidi Tetap Laris
www.rumah.com
Ilustrasi-Ruman Nonsubsidi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kondisi ekonomi yang masih belum sepenuhnya membaik tidak membuat pesimistis developer perumahan nonsubsidi. Meskipun penjualan turun lebih 50 persen, namun perumahan nonsubsidi tetap dibangun untuk memenuhi permintaan segmen khusus yang umumnya kalangan menengah ke atas.

Seperti diketahui, harga rumah nonsubsidi tentu lebih tinggi dari rumah bersubsidi. Namun dari sisi kualitas dan material yang dipergunakan tentu juga lebih baik.

Misalnya, spesifikasi umum rumah bersubsidi dinding menggunakan batako, rangka menggunakan atap kayu, lantai ploor, ukuran luas tanah 60 meter persegi, dan listrik 900 watt.

Sedangkan rumah nonsubsidi, dinding menggunakan bata merah/batako hebel, rangka atap sudah menggunakan rangka baja ringan, lantai keramik, ukuran luas tanah 72 meter persegi ke atas, dan listrik 1300 watt.

Owner PT Bintang Mas Residence, HM Anthony Subiakto, mengatakan segmen rumah nonsubsidi bisa disebut khusus karena merupakan orang-orang yang peduli dengan kualitas rumah.

"Hanya saat ini orang membeli rumah bukan untuk investasi lagi, tetapi memang benar-benar untuk kebutuhan," kata Anthony, Senin (22/8.2016).

Pihaknya menjual rumah nonsubsidi di Jalan Lingkar Dalam AMD Besar Pekapuran, sekitar 250 meter dari flyover. Saat ini sudah laku yakni Melati Indah III, total sebanyak 112 unit mulai tipe 36 sampai tipe 250.

Ready stock tipe 60 harganya Rp 450 juta, tipe 70 harganya Rp 500 juta, tipe 90 harganya Rp 650 juta serta tipe 140 harganya Rp 850 juta. Jumlahnya ada sekitar 97 unit, dalam tahap pembangunan.

Menurutnya, sekarang ini konsumen tidak mau mengambil rumah ready stock, karena model bisa saja belum sesuai dengan yang diinginkan. Ditambah adanya regulasi peraturan pajak balik nama sangat membebani.

Sementara itu Direktur PT Pesona Purnama, H Puriyono mengatakan pihaknya optimistis rumah nonsubsidi laku terjual. Terlebih pertumbuhan penduduk terus meningkat.

Kondisi ekonomi yang masih stagnan tidak menyurutkan PT Pesona Purnama membangun rumah nonsubsidi. Berlokasi di Jalan Raya Handil Bakti Km 8, akan dibangun tipe 45, 54 dan tipe 70, total sebanyak 100 unit.

Grand Purnama II berdiri di atas lahan seluas 60 hektare. Lokasinya strategis, dekat dengan kantor Kecamatan, masjid, kantor bersama Samsat. "Optimistis terjual semua, karena segmennya beda. 100 unit ini segmen menengah keatas," katanya.

Adapun harga jual untuk tipe 45 sebesar Rp 315 juta dan tipe 54 sebesar Rp 360 juta. Puriyono pun menunjukkan rumah tipe 54 di Grand Purnama II. (has)

Baca Lebih Lengkap di Banjarmasinpost Edisi Cetak, Selasa (23/8/2016)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved