Awas, Pelaku Pengganjal ATM di Banjarmasin, Kelompok Palembang dan Lampung Sudah Dipenjarakan

Aparat Kepolisian Banjarmasin dan Polda Kalsel memang menjadi momok tersendiri bagi para pelaku kriminal.

Awas, Pelaku Pengganjal ATM di Banjarmasin, Kelompok Palembang dan Lampung Sudah Dipenjarakan
banjarmasinpost.co.id/fadly
Kasatreskrim Polresta Banjarmasin, AKP Arief Prasetya saat mengintrogasi dua pelaku ganjal ATM kelompok Lampung beberapa waktu lalu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Aparat Kepolisian Banjarmasin dan Polda Kalsel memang menjadi momok tersendiri bagi para pelaku kriminal. Terutama bagi para kelompok "bandit" yang datang dari luar daerah. Sebelumnya, Jumat (17/6) lalu, Satreskrim Polresta Banjarmasin dan Resmob Polda Kalsel membekuk pelaku modus pengganjal ATM lintas provinsi.

Dua pelaku disebutkan adalah pelaku dari kelompok Palembang. Keduanya yakni Fieter Hagani (36) dan Aprizal Humalaya (35) warga Palembang. Meski demikian, keduanya bukan wajah baru bagi aparat kepolisian. Fieter dan Aprizal adalah residivis kasus ganjal ATM. Pernah dibekuk tiga tahun lalu oleh Satreskrim Polresta Banjarmasin.

Seakan tak jera, keduanya kembali berulah. Melakukan aksi yang sama dan lagi-lagi sepak terjang kriminal keduanya dihentikan oleh Satreskrim Polresta Banjarmasin dan Resmob Polda Kalsel. Penangkapan dipimpin langsung Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin AKP Arief Prasetya kala itu.

Lalu, dua bulan berselang, aparat kepolisian kembali ungkap kasus serupa yakni modus ganjal ATM. Tepatnya, Jumat (12/8) lalu, tim gabungan dari Resmob Polda Kalsel, Jatanras Satreskrim Polresta Banjarmasin, Polres Banjarbaru dan Polres Banjar kembali berhasil mengamankan pelaku ganjal ATM kelompok lainnya.

Jika di Bulan Juni, polisi membekuk Kelompok Pengganjal ATM dari Palembang, di bulan kemerdekaan, Kelompok Lampung dibuat tak berkutik oleh aparat reserse.

Dua pelaku yang dibekuk yakni, Satria Nurdiansyah (32), warga Jalan Lambau Kota Metro Lampung Tengah dan Wahyu Iskandar (32), warga Desa Rajabasa Lama Kecamatan Labuhan Ratu Kabupaten Lampung Timur Provinsi Lampung. Polisi membongkar persembunyian kedua pelaku ini di Hotel Roditha Banjarmasin.

Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin AKP Arief Prasetya mengimbau warga masyarakat Banjarmasin untuk waspada akan sindikat ganjal ATM. "Meski sudah dua kelompok ditangkap, yakni kelompok Palembang dan Lampung, kami imbau masyarakat untuk terus waspada akan aksi kriminalitas modus ganjal ATM ini," kata AKP Arief Prasetya.

Untuk pelaku ganjal ATM kelompok lampung yang saat ini kasusnya menjadi penanganan di Polres Banjar, diketahui beraksi di lima TKP Banjarmasin. "Ya, dua pelaku kelompok lampung itu, sebagaimana hasil introgasi mengaku pernah beraksi di lima TKP di Banjarmasin," lontarnya.

Lima TKP yang dimaksud yakni, ATM BNI Lambung Mangkurat dengan menggondol Rp 21 juta uang nasabah. Lalu ATM BCA Banjarmasin Rp 5 Juta, ATM BRI Masjid Hasanudin Majedi Rp 7,3 Juta, ATM Mandiri Rp 100 ribu dan ATM BRI dengan menggasak Rp 2 Juta milik korbannya.

Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin pun memberikan beberapa tips menghindari kejahatan bobol atau ganjal ATM buat masyarakat. Diantaranya, Pilihlah gerai mesin ATM yang berada di tempat keramaian, hindari gerai ATM yang sepi. Lalu‎ jangan pernah beritahukan PIN anda ke siapapun juga dan pastikan tidak ada yg melihat PIN anda pada saat transaksi di gerai ATM.

‎Jangan mudah percaya pada stiker layanan Bank yang ditempel di gerai ATM dan jangan mudah percaya dengan orang yang baru anda kenal dan pura-pura membantu anda. "Yang terakhir, jika ‎kartu ATM tertelan, jangan panik. Segera blokir rekening anda dan pastikan tidak ada yang mengambil kartu ATM anda yang tertelan. Perhatikan lima tips ini, maka anda akan terhindar dari kejahatan dengan modus bobol atau ganjal ATM," pungkas AKP Arief Prasetya.

Penulis: M Fadli Setia Rahman
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved