Pemenang Lomba 17-an Dapat Celana Dalam Wanita, Camat Dilaporkan ke Polisi

Henok mengaku sudah mengadukan kasus ini ke jalur hukum untuk menjadi pembelajaran bagi semua pihak agar kejadian serupa tidak terulang.

Pemenang Lomba 17-an Dapat Celana Dalam Wanita, Camat Dilaporkan ke Polisi
KOMPAS.Com
Beri hadiah 9 celana dalam kepada peserta lomba seni dan olaraga, panitia HUT Kemerdekaan Sumarorong, Mamasa, Sulawesi Barat, dituntut minta maaf. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MAMASA - Pemberian hadiah istimewa berupa 9 celana dalam wanita kepada juara lomba HUT Kemerdekaan di Kecamatan Sumarorong, Mamasa, Sulawesi Barat, berbuntut di kantor polisi.

Sejumlah warga yang masih keberatan dengan hadiah tak patut tersebut melaporkan camat dan panitia HUT RI ke polsek setempat.

Henok, tokoh masyarakat yang juga ketua komite MAN 1 Sumarorong saat dihubungi Kompas.com, Rabu (24/8/2016) mengaku sedang berada di kantor Polsek Sumarorong bersama sejumlah warga yang keberatan dengan hadiah celana dalam wanita tersebut.

Henok mengaku sudah mengadukan kasus ini ke jalur hukum untuk menjadi pembelajaran bagi semua pihak agar kejadian serupa tidak terulang.

“Saya sedang di kantor polisi bersama sejumlah warga lainnya hari ini terkait kasus dugaan penghinaan dan pelecehan yang dilakukan panitia kepada juara lomba HUT Kemerdekaan,” tutur Henok.

Sejumlah warga Sumarorong lainnya menilai, pemberian hadiah dari panitia sangat tidak etis di tengah warga yang sedang gegap gempita menyambut HUT Kemerdekaan.

Lily, warga Sumarorong lainnya menilai, pemberian hadiah aneh tak selamanya disambut gembira dan suka cita oleh yang menerimanya. Bentuk hadiah dan tata cara memberikannya yang tidak tepat justru bisa menuai petaka.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah warga memprotes camat Sumarorong dan panitia HUT Ke-71 Kemerdekaan RI karena memberikan hadiah 9 celana dalam wanita untuk pemenang lomba.

Camat dan panitia pun sudah minta maaf secara terbuka. Namun permintaan maaf itu tidak memuaskan warga. Sebab, hadiah tersebut dalam acara formal negara dinilai sebagai bentuk pelecehan dan penghinaan.

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved