Rupiah Melemah ke Kisaran Rp 13.200 Per Dollar AS, Ini Komentar BI

Dalam dua hari terakhir, nilai tukar rupiah cenderung melemah ke kisaran Rp 13.200 per dollar AS. Lalu, apa komentar Bank Indonesia (BI)

Rupiah Melemah ke Kisaran Rp 13.200 Per Dollar AS, Ini Komentar BI
kontan

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Dalam dua hari terakhir, nilai tukar rupiah cenderung melemah ke kisaran Rp 13.200 per dollar AS. Lalu, apa komentar Bank Indonesia (BI) sebagai otoritas moneter yang mengatur dan menjaga kestabilan nilai tukar rupiah?

Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara menjelaskan, kurs rupiah cenderung mengambang alias floating dan bukan kurs yang bergerak tetap. Hal ini sama dengan beberapa mata uang utama dunia lainnya.

"Sama seperti yen Jepang yang waktu itu melemah sekarang menguat. Poundsterling yang dulu menguat sekarang melemah 11 persen. Itu namanya kurs mengambang, bisa naik bisa turun," kata Mirza di kantornya di Jakarta, Kamis (25/8/2016).

Mirza mengungkapkan, selama pelemahan nilai tukar rupiah masih berada dalam kisaran yang wajar dan sesuai dengan pergerakan kurs internasional di negara-negara tetangga, maka ini hal yang masih wajar dan normal. Sehingga, bank sentral meminta masyarakat tidak perlu khawatir.

"Selama pelemahan masih dalam range wajar dan sesuai dengan pergerakan kurs internasional di negara-negara tetangga, maka ini hal yang wajar dan normal saja. Perkembangan dua hari ini tidak ada yang perlu dikhawatirkan," ujar Mirza.

Menurut dia, pada intinya kurs harus mencerminkan fundamental ekonomi. Mirza menyatakan, fundamental ekonomi Indonesia membaik, dapat dilihat dari sisi inflasi dan defisit ekspor-impor barang dan jasa.

"Tahun ini inflasi mungkin di bawah 4 atau bahkan 3,5 persen. Komitmen Presiden dan pemerintah untuk mengendalikan harga pangan sangat baik. Pemerintah sudah menunjukkan indikasi untuk sedikit membuka kran impor untuk beberapa produk yang inflasinya cenderung tinggi itu respon positif untuk mengendalikan inflasi," jelas Mirza.

Editor: Edinayanti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help