Insight

Gadis Termotivasi Sang Ayah Ikut Jadi Relawan Pemadam Kebakaran

Dari sebuah BPK yang diketuai sang ayah, Gadis pindah ke satuan BPK yang lain. Lalu bergabung dengan BPK Assalam.

Gadis Termotivasi Sang Ayah Ikut Jadi Relawan Pemadam Kebakaran
banjarmasinpost.co.id
Gadis Tri Martiana, anggota BPK Assalam. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Sosok perempuan satu ini menarik perhatian. Berparas menawan dan usianya yang terbilang masih muda, Gadis Tri Martania, bergabung sebagai anggota pemadam swasta di Kota Banjarmasin.

Sebuah hal terbilang ekstrem dilakoni perempuan yang akrab disapa Gadis tersebut. Menjadi seorang anggota pemadam, tentu dihadapkan dengan pekerjaan berat dan biasanya dilakukan para lelaki.

Namun bagi perempuan kelahiran Martapura, 18 Februari 1999, ini menjadi seorang relawan adalah panggilan jiwa. Membuat hidupnya dirasa lebih berwarna dengan hal menantang yang dijalani sebagai anggota pemadam.

Gadis menjadi anggota aktif BPK Assalam Banjarmasin. Dia masih belajar kelas XII Jurusan Tata Boga di SMKN 4 Banjarmasin. Menjadi lebih menarik, tentunya bakal sering berhadapan dengan panas api dan juga lumpur.

Penuturannya, sudah sejak Kelas VII SMP tergabung menjadi relawan di Banjarmasin. Motivasinya, selalu merasa terpanggil untuk menolong orang banyak. Terutama yang terkena bencana kebakaran.

“Motivasi jadi relawan pemadam, karena ingin membantu orang yang kesusahan dan juga karena ayah saya adalah Ketua BPK ABC Banjarmasin, jadin ingin jadi penerus saja," kata Gadis.

Melihat apa yang dilakukan sang ayah, motivasi Gadis pun muncul. Dia juga ingin menjadi anggota pemadam seperti yang dilakoni sang ayah. Gadis pun tak gentar untuk ikut ke lokasi kebakaran dalam hal tugas sosialnya.

Basah kuyup, baju penuh lumpur dan rasa panas, tak membuatnya menyerah. Dia makin bersemangat saat berada di lokasi. Beberapa pengalaman menarik pun diceritakannya.

"Saat bulan puasa pada tahun 2014, ada kebakaran di Cempaka Putih. Saya dan tim berangkat ke lokasi. Di tengah perjalanan, saya jatuh dari mobil saat melintas di tikungan," kenangnya.

Posisinya saat itu duduk di belakang unit mobil pikap yang menjadi opeasional. "Terpental dan jatuh. Lecetnya lumayan banyak, tapi syukurnya tidak apa-apa. Saya tahu ini sudah risiko," ungkapnya.

Dari sebuah BPK yang diketuai sang ayah, Gadis pindah ke satuan BPK yang lain. Lalu bergabung dengan BPK Assalam. "Saat kelas X SMK, saya masuk BPK Assalam sampai sekarang," jelasnya.

Pengalaman menarik lain, Gadis menceritakan juga, pernah kena bara api. "Kena di bahu saat kebakaran di Jalan Jafri Zamzam beberapa waktu lalu. Tapi Alhamdulillah, saya tidak apa-apa. Hanya luka bakar sedikit saja," imbuhnya.

Padahal dulu, mengaku takut melihat anggota pemadam bertugas. Bahkan mendengar sirine BPK saja sudah takut. Lalu, hal itu sirna saat terjadi kebakaran di dekat rumahnya.

"Di situ saya memberanikan diri dan akhirnya gabung jadi anggota pemadam. Kurang lebih lima tahun sudah jadi relawan. Pesan saya, beranikan diri dan tumbuhkan jiwa menolong sesama," pungkasnya. (ady)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help