Tidak Adil! Pemilik Kayu Bebas Sedang Buruhnya Dimejahijaukan

Terbukti H Sahlan kakek pemilik empat anak dan 11 cucu yang didudukan sebagai pesakitan di Pengadilan Negeri Banjarmasin.

Tidak Adil! Pemilik Kayu Bebas Sedang Buruhnya Dimejahijaukan
Daily Mail
Ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Kasus hukum H Sahlan (66) warga Marabahan, Kecamatan Bakumpai, Kabupaten Barito Kuala, Kalsel patut jadi contoh bagi pengambil upah pengangkut barang.

Terbukti H Sahlan kakek pemilik empat anak dan 11 cucu yang didudukan sebagai pesakitan di Pengadilan Negeri Banjarmasin.

H Sahlan ditetapkan sebagai terdakwa setelah ditangkap Satpolairud Polda Kalsel karena mengakut kayu empat kubik kayu jadi di Sungai Aluhaluh, Tabunganen, Minggu (5/7) pukul 03.30 Wita

Sidang perkara H Sahlan ini terbilang aneh. Dalam kasus perkara tersebut H Sahlan hanya sendiri ditetapkan sebagai tersangka, sedangkan pemilik dan penyuruhnya mengakut kayu tersebut diantaranya Yuris, Imus dan Mahlan yang saat penangkapan ada di dalam kelotok tidak dilakukan penahanan. Bahkan nama ketiganya tidak masuk dalam saksi perkara tersebut.

"Saya hanya mengambil upah angkut sebesar Rp 1 juta. Saat penangkapan itu tiga orang itu ada di dalam kelotok. Saya juga heran kenapa saya yang hanya ditetapkan sebagai terdakwanya. Saya hanya sekali itu saja mengakut kayu itu," kata H Sahlan didampingi Ritawati.

Dalam perkara tersebut jaksa penuntut umum Rahmawati dihadapan majelis hakim Pengadilan Negeri diketuai Herlangga mengancam terdakwa pidana melanggardengan pasal 83 ayat 1 huruf b UU RI nomor 18 tahun 2013 tentang pemberantasan dan kerusakan hutan.

Penulis: Burhani Yunus
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved