Setelah 1 Bulan, Manajemen RSUD Hadji Boejasin Baru Lihat Bayi yang Terjatuh

"Kami bersilaturrahmi dengan keluarga pasien. Kami ingin mengajak spesialis anak. Tapi dokter spesialisnya sibuk," kata Syamsul Bahri.

Setelah 1 Bulan, Manajemen RSUD Hadji Boejasin Baru Lihat Bayi yang Terjatuh
mukhtar wahid
Manajemen RSUD Hadji Boejasin Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut mengunjungi Idda Royani, ayah bayi yang terjatuh saat dilahirkan di ruang bersalin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Manajemen RSUD Hadji Boejasin Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut mengunjungi Idda Royani, ayah bayi yang terjatuh saat dilahirkan di ruang bersalin pada awal Agustus 2016 lalu.

Manajemen RSUD Hadji Boejasin Pelaihari, diwakili Kepala Bidang Pelayanan, Syamsul bersilaturrahmi sekaligus melihat kondisi bayi di Komplek CIP Desa Atuatu, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut.

"Kami bersilaturrahmi dengan keluarga pasien. Kami ingin mengajak spesialis anak. Tapi dokter spesialisnya sibuk," kata Syamsul Bahri, Rabu (31/8/2016).

Istri Idda Royani, Rahmi, melahirkan di ruang bersalin RSUD Hadji Boejasin Pelaihari, tanpa bantuan petugas medis atau bidan. Itu karena saat proses melahirkan, bidannya tak berada di sekitar pasien, pada 2 Agustus 2016 lalu.

Insiden kelahiran bayi itu mendapat respon dari keluarga Idda Royani serta Wakil Ketua DPRD Tanahlaut Abdirahman yang berkeinginan meninjau pelayanan manajemen dan belakang LSM Merah Putih Tanahlaut mempertanyakan standar pelayanan pasien di RSUD Hadji Boejasin Pelaihari.

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved