Berita Banjarbaru

Berawal dari Hobi Mengudara, TRC 225 Kini Aktif Menolong Sesama

Didirikan secara resmi 12 Oktober 2012 lalu, TRC 225 yang diketuai Helmi Anang Bustani ini kini punya lebih dari 200 anggota di Kota Banjarbaru.

Berawal dari Hobi Mengudara, TRC 225 Kini Aktif Menolong Sesama
rahmadani
TRC 225 Kota Banjarbaru 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Berawal dari hobi 'mengudara' lewat radio, kini TRC 225 Kota Banjarbaru dikenal sebagai salah satu kelompok relawan emergency yang terbilang eksis di berbagai kegiatan.

Didirikan secara resmi 12 Oktober 2012 lalu, TRC 225 yang diketuai Helmi Anang Bustani ini kini punya lebih dari 200 anggota di Kota Banjarbaru.

Helmi sang ketua mengisahkan, awalnya TRC 225 adalah kumpulan para penggemar radio komunikasi yang terdiri dari beragam profesi.

Mulai dari swasta, PNS sampai TNI/Polri bergabung di frekuensi 225 yang akhirnya kini jadi bagian dari nama organisasi yang mereka dirikan.

"Jadi dulu bagi mereka yang sudah punya izin frekuensi, harus memberikan dukungan komunikasi ketika ada musibah dan sebagainya. Dari sana ide awal muncul untuk turun membantu di lapangan dan kita putuskan jadi relawan" ujarnya

TRC 225 pun akhirnya didirikan dengan misi membantu masyarakat di lapangan khususnya di bidang emergency.

Tak jauh-jauh, nama yang diambil pun adalah Team Radio Comunication (TRC) 225 karena memang mereka berangkat dari pehobi radio komunikasi. 225 sendiri adalah frekuensi mereka ketika mengudara dengan induk 333 (tripel 3) Banjarmasin.

"Awalnya memang mereka yang punya radio komunikasi saja. Lama-lama banyak juga yang tidak punya radio komunikasi gabung sebagai relawan, dan ujung-ujungnya mereka akhirnya punya juga radio komunikasi," ujarnya sambil tersenyum.

Tak cuma ketika ada bencana atau musibah, TRC 225 yang punya markas di Jalan Dahlia no 13 Rt 02 Rw 02 Kampung Baru Landasan Ulin Timur ini pun selalu aktif dalam beragam kegiatan sosial dan kegiatan masyarakat lainnya.

Misalnya pengamanan jalur Haul Guru Sekumpul dan lainnya. Koordinasi dengan berbagai pihak mulai dari kepolisian sampai rumah sakit pun terus dilakukan agar tidak ada miss komunikasi dalam penanganan musibah.

"Yang paling penting, kami berasal dari swadaya masyarakat, tidak ada unsur politik. Siapapun silahkan dan boleh bergabung dan yang paling utama bekerja tanpa pamrih," ujarnya.

Penulis: Rahmadhani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved