Abu Sayyaf Diduga Dalangi Ledakan Davao

Menurut keterangan dari saksi mata yang berada di lokasi kejadian menggambarkan jika terdengar suara ledakan keras sebelum asap tebal menyembul di lan

Abu Sayyaf Diduga Dalangi Ledakan Davao
EPA
Ledakan bom di Kota Davao, pulau selatan Mindanao, Filipina, sedikitnya menewaskan 14 orang dan 67 orang luka-luka. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, DAVAO - Sebuah Insiden serangan ledakan bom terjadi di Kota Davao, pulau selatan Mindanao, tepatnya berada di sebuah pasar malam, dekat hotel Marco Polo, Filipina.

Setidaknya akibat ledakan ini dilaporkan 14 orang tewas dan 67 orang lainnya mengalami luka-luka.

Menurut keterangan dari saksi mata yang berada di lokasi kejadian menggambarkan jika terdengar suara ledakan keras sebelum asap tebal menyembul di langit malam.

Dihari yang sama, baru saja Presiden Rodrigo Duterte mengunjungi rumahnya di Kota Davao, Jumat (2/9/2016).

Berdasarkan laporan sang Presiden yang memiliki anak menjabat sebagai Wakil Walikota Davao, dikabarkan aman berlindung di sebuah kantor polisi usai ledakan terjadi.

Usai ledakan tim penyidik segera bergerak melakukan olah TKP di dua sudut ledakan yang terjadi di pasar malam Davao, Jumat malam.

Sementara itu Martin Andanar, Sekretaris Komunikasi Presiden mengatakan pada sabtu pagi ini bahwa ledakan tersebut diduga dilatarbelakangi oleh kelompok Abu Sayyaf.

Selain itu ia juga menduga kemungkinan ledakan terjadi sebagai bentuk protes terkait kampanye pemerintah Duterte terhadap obat-obatan terlarang.

"Bisa jadi ini merupakan bentuk pembalasan dari kubu Abu Sayyaf di Jolo, Sulu, lantaran operasi militer yang digencarkan pemerintah melawan terorisme disana. Kemungkinan kedua bisa juga karena protes terhadap narkoba," ujar Andanar, dikutip tribunkaltim.co melalui laman abs-cbn, Sabtu (3/9/2016).

Usai dilakukan pemeriksaan, mengutip laporan Andanar, ditemukan komponen perangkat alat peledak (IED) di lokasi kejadian.

Bagaimanapun, Andanar belum mengetahui secara pasti penyebab ledakan dan mereka tidak mengesampingkan alasan dari sudut lainnya.

Hingga saat ini, penyelidikan masih dilakukan guna mengetahui penyebab murni ledakan yang melanda kota terbesar di Selatan Filipina ini. (*)

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved