Advertorial

Bupati Puji Terobosan PDAM Intan Banjar

Syaiful menjelaskan, pengoperasian SPAM Regional Banjarbakula ini hanya berlangsung selama pengeringan berlangsung.

Bupati Puji Terobosan PDAM Intan Banjar
banjarmasinpost.co.id/hari widodo
Air dari SPAM Regional Banjarbakula masuk ke Penampungan IPA II Pinus PDAM Intan Banjar. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - BUPATI Banjar KH Khalilurahman bersama Staf Ahli Bidang Pembangunan Provinsi Kalsel HG Burhanudin serta PLt Sekda Banjarbaru H Said Abdulah dan juga Sekda Banjar Ir H Nasrunsyah MP meninjau langsung saluran Primer irigasi Riam tepat dititik intake pengambilan air baku oleh PDAM Intan Banjar.

Di titik itu, permukaan air di saluran irigasi begitu surut hanya menyisakan ketinggian air sedalam 20 hingga 30 centimeter. Pada kondisi ketinggian air demikian, PDAM biasa tidak beroprasi karena tidak ada lagi air baku yang diolah.

Didampingi langsung Direktur Utama PDAM Intan Banjar, Syaiful Anwar, Bupati Banjar pun tersenyum lega menyaksikan air dari pipa yang terhubung ke pipa air baku SPAM Regional Banjarbakula Mandikapau mengalir deras air berkapasita 250 liter/detik ke tempat penampungan air di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Pinus PDAM Intan Banjar.

"Dalam kondisi seperti ini operasional PDAM Intan Banjar terhenti selama lima hari pemeliharaan saluran irigasi. Kita tidak bisa produksi dan mendistribusikan air kepada pelanggan,"ujar Syaiful menjelaskan kepada Bupati disela-sela pengoperasian SPAM Regional Banjarbakula, Mandikapau, Senin (5/9).

Tetapi, pihaknya sangat bersyukur setelah melakukan koordinasi dengan Pemprov Kalsel permintaan pihaknya untuk mendapatkan pasokan air baku dari SPAM Regional Banjarbakula direspon Pemprov Kalsel.

Hari ini, walaupun pengeringan irigasi dilaksanakan namun PDAM tetap mendapatkan pasokan air baku dari pipa SPAM Regional Banjarbakula sehingga PDAM tetap beroprasi mengolah air dan mendistribusikannya kepada pelanggan.

"Alhamdulillah, permintaan kita untuk kondisi emergensi air baku selama pengeringan irigasi berlangsung direspon Pemprov Kalsel sehingga kita tetap bisa beroprasi mengolah air dan mendistribusikannya ke masyarakat," terang Syaiful.

Syaiful menjelaskan, pengoperasian SPAM Regional Banjarbakula ini hanya berlangsung selama pengeringan berlangsung.

Selama lima hari itu, seluruh biaya pengoperasian terutama pembelian bahan bakar solar untuk menggerakan genset dibayai dari PDAM.

"Selama lima hari itu diperlukan 2000 liter solar. Itu biayanya kita PDAM Intan yang tanggung," kata Syaiful.

Halaman
12
Penulis: Hari Widodo
Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved