Berita HSU

Pembangunan Pasar Mebel Terkendala Kepemilikan Lahan

Untuk pemasaran di dalam daerah sendiri selain dibeberapa toko milik pribadi juga berpusat di pasar mebel di Desa Muara Tapus Kecamatan Amuntai Tengah

Pembangunan Pasar Mebel Terkendala Kepemilikan Lahan
banjarmasinpost.co.id/reni
Pasar mebel di Muara Tapus, Amuntai Tengah. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) selama ini dikenal salah satunya karena memiliki banyak pengrajin lemari yang terbuat dari aluminium hingga kayu.

Hasil mebel dan perabot dikirim hingga ke berbagai daerah. Untuk pemasaran di dalam daerah sendiri selain dibeberapa toko milik pribadi juga berpusat di pasar mebel di Desa Muara Tapus Kecamatan Amuntai Tengah.

Setiap Kamis, pedagang dan pembeli mebel berkumpul. Sayang, untuk fasilitas pasar memang masih sangat terbatas.

Pedagang yang ingin berjualan harus membangun lapak sendiri dengan uang pribadi.

Pemerintah daerah telah berupaya untuk memberikan tempat yang lebih baik dengan meminta bantuan dari pemerintah pusat yang akhirnya disetujui dengan anggaran sekitar Rp 2 miliar.

Namun hal tersebut urung dilakukan karena kepemilikan tanah masih menjadi milik pemerintah provinsi dan belum dilakukan hibah atau pinjam pakai.

Kepala Dinas Pasar Kebersihan dan Tatakota (DPKT) HSU Hasmi Rivai mengatakan pembangunan memang sangat diharapkan oleh pedagang agar bisa menyimpan barang dagangan dengan lebih rapi dan bersih.

"Anggaran pembangunan padahal telah disetujui pemerintah pusat, sayangnya status lahannya masih belum menjadi milik pemerintah daerah," ujarnya.

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved