Berita Tapin

5 Penikmat Sabu Binuang Ditangkap

Dari pengakuan Normansyah, dia telah menjual sabu kepada beberapa orang yang sedang berpesta. Dari informasi itu, polisi mencoba menelusuri lokasi pes

5 Penikmat Sabu Binuang Ditangkap
banjarmasinpost.co.id/ibrahim
Gara-gara narkoba, lima warga Binuang, Kabupaten Tapin, kini harus berurusan dengan hukum. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Gara-gara narkoba, lima warga Binuang, Kabupaten Tapin, kini harus berurusan dengan hukum.

Kelimanya adalah  Syaiful (24) warga Desa Pulau Pinang Induk, Binuang. Normansyah (34) warga Desa Pulau Pinang Utara, Eko (27) warga Desa Suato Baru, Hariyanto (29) warga Desa Pulau Pinang Utara dan Suriyanto (35) warga Desa Pulau Pinang Utara, Binuang.

Kapolsek Binuang Iptu Fathony Bahrul Arifin menyebut, penangkapan bermula dari jajaran Polsek Binuang meringkus Syaiful saat melakukan transaksi sabu-sabu di kilometer 90 A Yani, Desa Pulau Pinang Induk, Binuang pada, Kamis (1/9/2016) jam 17.30 Wita.

Ketika Polisi meringkus, polisi menemukan sabu-sabu di kantong celana Syaiful. Kemudian dari pengakuan Syaiful, dia memperoleh sabu itu dari temannya bernama Normansyah. Kemudian polisi menangkapnya.

Dari pengakuan Normansyah, dia telah menjual sabu kepada beberapa orang yang sedang berpesta. Dari informasi itu, polisi mencoba menelusuri lokasi pesta sabu tersebut, ternyata memang benar.

Hasilnya, tiga warga lainnya digerebek pada saat pesta sabu di sebuah rumah di Binuang.

Dari kasus tersebut Polsek Binuang mengamankan alat pengisap sabu dan plastik kecil yang masih ada tersisa sabu.

"Kami juga menemukan 1 paket kecil berisi sabu dan barang bukti lainnya," jelas kapolsek kepada Bpost Online, Selasa (6/9/2016).

Para tersangka dijerat pasal 114 dan 132 UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Atas perbuatannya tersebut, kelima tersangka itu kini mendekam dalam tahanan dan akan menjalani proses hukum, jelas Iptu Fathony.

Fathony menghimbau kepada masyarakat Binuang supaya menjauhi perbuatan terlarang seperti menikmati dan menjual sabu-sabu atau obat terlarang lainnya. Selain perbuatan itu dapat merugikan diri sendiri dan orang lain, dampak lainnya akan menjalani proses hukum, pungkas Iptu Fathony.

Baca berita ini lebih selengkapnya di harian Metro Banjar edisi Rabu (7/9/2016).

Penulis: Ibrahim Ashabirin
Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved