Berita HSU

Makam Datu Kabul Diperebutkan, Kapolres HSU Minta Warga Tenang

Mediasi dilakukan oleh kedua pihak yang juga dihadiri Ketua DPRD HSU, Kasi Intel kejaksan, Pasi Intel Kodim 1001 Amuntai, Ketua MUI, Disporabudpar ser

Makam Datu Kabul Diperebutkan, Kapolres HSU Minta Warga Tenang
banjarmasinpost.co.id/reni
Masjid Sungai Banar dijadikan cagar budaya oleh Disporabudpar Provinsi Kalimantan Selatan, dengan dikenalnya masjid tersebut mulai muncul juga nama makam Datu Kabul yang berdiri disamping bangunan masjid. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Masjid Sungai Banar dijadikan cagar budaya oleh Disporabudpar Provinsi Kalimantan Selatan, dengan dikenalnya masjid tersebut mulai muncul juga nama makam Datu Kabul yang berdiri disamping bangunan masjid.

Namun menurut sebagian masyarakat makam Datu Kabul hanya ada sejak 2013, sedangkan kubur Datu Biha yang dulunya ada kini justru tidak ada lagi. Kelompok Datu Kabul dan Datu Biha akhirnya difasilitasi oleh Polres HSU untuk melakukan mediasi, Senin (5/9/2016).

Kapolres HSU AKBP Agus Sudaryatno SIK MH yang juga menghadiri mediasi tersebut mengatakan siap mendampingi dalam mediasi hingga mendapatkan keputusan nantinya.

"Selama proses mediasi berlangsung kami harap bisa menenangkan diri dan tidak melakukan tindakan yang dapat melanggar hukum," ujarnya.

Mediasi dilakukan oleh kedua pihak yang juga dihadiri Ketua DPRD HSU, Kasi Intel kejaksan, Pasi Intel Kodim 1001 Amuntai, Ketua MUI, Disporabudpar serta aparat dari kecamatan dan beberapa kepala desa.

Camat Amuntai Selatan Khairulsalim, mengatakan setelah dilakukan mediasi nantinya akan menghasilkan sebuah keputusan. Dirinya berharap kedua pihak mampu untuk menerima hasil dan tidak melanggar kesepakatan.

Sebelum melakukan mediasi dilakukan peninjauan lokasi makam Datu Kabul dan bangunan untuk i'tikaf. Mediasi dilakukan di masjid Sungai Banar dan berlangsung dengan lancar meski ada beberapa perbedaan pendapat. Serta penyampaian silsilah yang disampaikan dari juriat Datu Kabul oleh Rusono dan dari juriat Datu Biha Fadli.

Rencananya akan dilakukan mediasi lanjutan yang diikuti oleh Dispora Kabupaten HSU karena menyangkut terhadap masjid sungai banar yang terdaftar menjadi cagar budaya. (*)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help