Guru Bersertifikasi Mudah Lho Penuhi Kewajiban Mengajar 24 Jam Seminggu

Pemerintah Kota Palangkaraya Kalteng melakukan antisipasi dini terhadap guru bersertifikasi dalam memenuhi kewajiban mengisi 24 jam mengajar

Guru Bersertifikasi Mudah Lho Penuhi Kewajiban Mengajar 24 Jam Seminggu
Banjarmasin Post
Guru sedang mengajar di depan kelas 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Pemerintah Kota Palangkaraya Kalteng melakukan antisipasi dini terhadap guru bersertifikasi dalam memenuhi kewajiban mengisi jam belajar di depan kelas yang dibebankan seminggu harus mencapai 24 jam.

Jumlah guru bersertifikasi di Kota Palangkaraya yang mencapai 3.000 lebih sejak jauh hari akan menjadi masalah jika tidak diprogramkan guru silang antara yang mengajar di sekolah yang ada di perkotaan dan yang mengajar di sekolah yang ada di perdesaan.

Beberapa guru dan Kepala Sekolah yang mengajar di sekolah perkotaan berharap, program guru silang tersebut bisa ditambah lagi dengan program yang sempat diwacanakan Menteri Pendidikan yakni mengajar secara penuh di sekolah atau yang lebih dikenal dengan full day school.

"Memang akan lebih baik lagi untuk memenuhi kewajiban jam belajar untuk guru bersertifikasi selama 24 jam selama seminggu tersebut mengikuti program Menteri Pendidikan dengan pola belajar sejak pagi hingga sore. Tidak perlu lagi program guru silang jika jam belajar di sekolah ditambah,” ujar Jayani, Kepsek SMPN-1 Palangkaraya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palangkaraya, Norma Hikmah, Rabu (7/9) saat dimintai komentarnya, terkait pemenuhan kewajiban guru bersertifikasi yang mengajar selama 24 jam dalam seminggu mengatakan selama ini sudah berjalan dengan baik.

"Program guru silang yang kami canangkan sejak lama masih berjalan dengan baik. Bagi guru yang kurang jam mengajarnya dalam satu sekolah di perkotaan, untuk memenuhi jam belajarnya melakukan silang dengan mengajar di sekolah pinggiran. Ini sudah berjalan dengan baik hingga saat ini,” katanya.

Baca Selengkapnya di BANJARMASIN POST edisi Kamis, 8 September 2016

Penulis: Fathurahman
Editor: Kamardi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help