Kemenpora Lacak 81 Pesepak Bola dan Pelatih Asing Ilegal Bermain di Indonesia

Deputi IV Bidang Prestasi Olah Raga Kementerian Pemuda dan Olahraga, Gatot S Dewa Broto, menyatakan bakal menghukum pesepak bola dan pelatih asing

Kemenpora Lacak 81 Pesepak Bola dan Pelatih Asing Ilegal Bermain di Indonesia
kompas.com
Deputi IV Bidang Olahraga Prestasi Kementerian Pemuda dan Olahraga, Gatot Dewa Broto, di kompleks pembangunan Pusat Pelatihan Pendidikan Dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON), Minggu (4/9/2016). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Deputi IV Bidang Prestasi Olah Raga Kementerian Pemuda dan Olahraga, Gatot S Dewa Broto, menyatakan bakal menghukum pesepak bola dan pelatih asing yang bekerja secara ilegal.

Berdasarkan informasi AFP, sebuah komunitas pencinta sepak bola, Save Our Soccer, melaporkan adanya 81 pesepak bola dan pelatih asing di Indonesia yang bekerja tanpa izin.

Sebanyak 29 orang di antaranya berasal dari Brasil. Adapun sisanya berasal dari berbagai negara di Eropa, Asia, Afrika, dan Amerika Latin.

Sejumlah pemain dan pelatih asing tersebut disebutkan hanya memiliki visa on arrival, atau visa yang berlaku selama 30 hari untuk wisatawan. Sementara itu, sebagian lainnya menggunakan visa bisnis.

"Ada indikasi bahwa terdapat pemain ilegal di Indonesia," kata Gatot, seperti dikutip dari AFP, Senin (5/9/2016).

"Kami akan bekerja sama dengan Depatemen Imigrasi untuk menyelidikinya. Ini adalah tindakan yang tidak benar," ucap Gatot.

Gatot menambahkan, para pemain dan pelatih asing yang bekerja tanpa izin akan langsung dijatuhi hukuman.

Kendati begitu, Gatot belum menjelaskan bentuk hukuman apa yang akan diberikan terhadap para pelaku.

Penyelidikan ini kemungkinan besar merupakan tindak lanjut dari kasus penggelapan paspor Indonesia yang dilakukan pemain Al Nasr, Santos Monteiro Junior Wanderley.

Pemain kelahiran Brasil tersebut akhirnya harus menjalani hukuman larangan tampil selama 60 hari dari Federasi Sepak Bola Asia (AFC), terhitung Jumat (2/9/2016).

Editor: Ernawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved