6 Hari 'Hilang', Dua Jemaah Haji Indonesia Ditemukan Dalam Keadaan Dehidrasi

Anis Yulianti, istri dari Wijayanti Kromosumito (55), salah satu anggota jemaah haji asal Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), warga Jalan Taman

6 Hari 'Hilang', Dua Jemaah Haji Indonesia Ditemukan Dalam Keadaan Dehidrasi
ibrahim ashabirin
(Ilustrasi) Jemaah calon haji dari Tapin, Kalsel. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KENDARI - Anis Yulianti, istri dari Wijayanti Kromosumito (55), salah satu anggota jemaah haji asal Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), warga Jalan Taman Surapati Kendari, mulai khawatir dengan keberadaan suaminya.

Pasalnya, memasuki hari keenam, suaminya bersama satu anggota jemaah haji lainnya yang memisahkan diri belum juga kembali ke rombongan kloter 19 di Mekkah.

Wijayanti Kromosumito dan Suardi Muhammad Jaffar (37) meninggalkan rombongan untuk mengikuti tarwiyah atau masiyan, sementara seluruh kloter sepakat melarang jemaah haji melaksanakan kegiatan tersebut.

Perjalanan melaksanakan ibadah itu dari Mekkah menuju kota Mina berjarak tujuh kilometer. Anis baru mengetahui suaminya terpisah dari rombongan melalui media.

Sementara Wijayanto sudah terpisah dari rombongan sejak tanggal 9 September lalu. Pemberitahuan resmi dari kantor Kementerian Agama Sultra belum diterima keluarga.

"Anak saya langung mencoba menghubungi ayah yang berada di Mekkah, namun sulit ditembus. Kami sangat berharap agar orangtua kami segera ditemukan dengan keadaan selamat dan sehat," tutur Anis, Rabu (14/9/2016).

Sementara itu, kepala kantor wilayah Kementrian (Kakanwil) Agama Sultra, Mohammad Ali Irfan mengatakan, pihaknya telah mengerahkan ketua rombongan kloter 19 dan sektor 8 Mekkah untuk mencari kedua anggota jemaah haji yang memisahkan dirinya. "Kita sudah melarang untuk memisahkan diri dari rombongan, namun tetap melakukannya dengan menulis surat pernyataan yang disimpan dalam kamar mereka pada tanggal 9 September lalu," ungkap Ali Irfan.

Meski begitu, pihaknya telah menerima informasi bahwa kedua haji asal Kendari itu sudah berkumpul kembali bersama rombongan. Keduanya dalam keadaan letih dan dehidrasi, namun sudah mendapat perawatan dari tim medis.

"Keduanya melakukan tarwiyah karena keyakinan jika tidak melaksanakan, maka ibadahnya tidak afdol. Mereka juga menyakini melaksanakan tarwiyah bisa mendapatkan pahala yang berlipat," terangnya. (*)

Editor: Ernawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved