Filipina Beli Senjata dari Rusia dan China Tidak dengan AS, Ini Alasannya

Presiden Filipina Rogrido Duterte pun telah mengumumkan penghentian partroli bersama dengan AS, sebagaimana dilaporkan Russia Today, Rabu (14/9/2016).

Filipina Beli Senjata dari Rusia dan China Tidak dengan AS, Ini Alasannya
AFP PHOTO
Presiden AS Barack Obama dan Presiden Filipina Rodrigo Duterte. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MANILA - Filipina akan mengupayakan kebijakan luar negeri dan militer yang "independen" dari kepentingan Amerika Serikat di kawasan.

Presiden Filipina Rogrido Duterte pun telah mengumumkan penghentian partroli bersama dengan AS, sebagaimana dilaporkan Russia Today, Rabu (14/9/2016).

Langkah Duterte itu dilakukan setelah ia sebelumnya menghina Presiden Barack Obama sebagai “anak pelacur”. Ia juga mengusir pasukan AS yang bertugas di Mindanao, Filipina selatan.

Duterte mengindikasikan akan membeli senjata baru dari China dan Rusia untuk menangani persoalan terorisme dan pemberontakan di bagian selatan negaranya.

Pada April lalu, Angkatan Laut (AL) Filipina memulai patroli bersama AS di kawasan sengketa Laut China Selatan (LCS) sebagai respon atas pembangunan pulau buatan di wilayah tersebut oleh Beijing.

"Kami tidak menghentikan persekutuan militer (dengan AS). Namun kami akan mengupayakan kebijakan luar negeri dan militer yang independen," kata Duterte kepada Russia Today.

Langkah pertama menuju independensi tersebut adalah dengan menghentikan kebijakan patroli bersama di LCS karena Filipina "tidak menginginkan keributan" dengan Beijing.

Sebagai langkah kedua, Duterte mengindikasikan bahwa Filipina mungkin akan mengakhiri ketergantungan terhadap pasokan senjata dari AS dengan mengalihkan sebagian pembelian ke Rusia dan China.

Duterte mengatakan bahwa kedua negara itu telah berkomitmen memberi Filipina pinjaman lunak selama 25 tahun untuk membeli peralatan militer.

Menurut lembaga penelitian Stockholm International Peace Research Institute, sekitar 75 persen impor senjata oleh Filipina sejak 1950 datang dari Amerika Serikat.

Halaman
12
Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved