Travel

10 Destinasi Wisata Ini Prioritas Bakal Digarap Garuda Indonesia

"Kita beri dukungan transportasi ke 10 destinasi prioritas. Kita akan nilai dan tambah jadi reguler flight"

10 Destinasi Wisata Ini Prioritas Bakal Digarap Garuda Indonesia
kompas.com
Pulau Dodola di Morotai, Maluku Utara, Sabtu (16/7/2016). Saat air laut surut, Pulau Dodola tersambung dan bisa dilalui manusia. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Garuda Indonesia menandatangani kerja sama dengan Kementerian Pariwisata dalam hal peningkatan akses transportasi. Kerja sama itu ditandatangani oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Vice President Corporate Communication Garuda Indonesia Benny S. Butarbutar.

Benny mengatakan, penandatanganan kerja sama itu merupakan komitmen untuk membantu pencapaian target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) tahun 2019 sebanyak 20 juta wisman.

"Kita beri dukungan transportasi ke 10 destinasi prioritas. Kita akan nilai dan tambah jadi reguler flight," jelas Benny saat ditemui seusai penandatanganan kerja sama dalam acara Rapat Koordinasi Kementerian Pariwisata di Gedung Ecovention Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, Kamis (15/9/2016).

Menurut Benny, penambahan frekuensi penerbangan ke 10 destinasi wisata prioritas seperti dari Jakarta-Danau Toba melalui Bandara Silangit kemungkinan akan ditambah menjadi lima kali sehari.

"Karena membangun destinasi itu akan sulit kalau gak ada akses," katanya.

Garuda Indonesia, lanjut Benny, akan terus menghitung kemungkinan-kemungkinan penambahan frekuensi penerbangan.

Adapun 10 destinasi wisata prioritas dari Kementerian Pariwisata adalah: Danau Toba (Sumatera Utara), Borobudur (Jawa Tengah), Mandalika (Nusa Tenggara Barat), Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur), Bromo-Tengger-Semeru (Jawa Timur), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Wakatobi (Sulawesi Tenggara), Tanjung Lesung (Banten), Morotai (Maluku Utara), dan Tanjung Kelayang (Bangka Belitung).

Rapat Koordinasi Kementerian Pariwisata digelar selama dua hari pada tanggal 15-16 September 2016. Peserta hadir dari kalangan Kementerian Pariwisata, bupati dan walikota, dinas pariwisata, dan pelaku-pelaku industri pariwisata.

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help