Heli BNPB Temukan Titik Panas di Tala, Ternyata di Lokasi Pertambangan Batu Bara

Untuk memastikan informasi koordinat titik panas yang diakses satelit diteruskan ke Posko Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan di Korem.

Heli BNPB Temukan Titik Panas di Tala, Ternyata di Lokasi Pertambangan Batu Bara
banjarmasinost.co.id.mukhtar wahid
Helikopter BNPB untuk memantau titik api atau hotspot di Pelaihari, Tanahlaut Kalsel. 

ANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI- Helikopter Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menemukan sejumlah titik panas di wilayah kecamatan Jorong dan Kintap, Kabupaten Tanahlaut.

Untuk memastikan informasi koordinat titik panas yang diakses satelit itu diteruskan ke Posko Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan di Korem 101/Antasari.

Helikopter kemudian bertolak dari Bandara Syamsudin Noor, Kota Banjarbaru dan mendarat di lapangan sepakbola Kompi 624 Senapan C di Kelurahan Angsau untuk mengecek titik panas tersebut.

Perwira Korem 101 Antasari, Kaptem Inf Dadang bersama Kepala BPBD Kabupaten Tanahlaut, HM Noor melakukan pengecekan melalui udara.

Ternyata, titik panas yang diakses satelit itu bukan hutan atau lahan yang terbakar. Tapi kepulan asap bekas terbakar di lokasi pertambangan batu bara di Kecamatan Jorong dan Kintap.

"Dapat kami pastikan titik panasdari citra satelit itu bukan hutan atau lahan yang terbakar. Tapi titik panas itu berasal dari pertambangan batu bara. Kami melihat langsung dari pemantauan melalui udara," kata HM Noor.

HM Noor berjanji akan mengkoordinasikan temuan asal titik panas itu, seusai pemantauan udara itu dengan sejumlah pihak yang berkepentingan, khususnya TNI dan Polri.

Titik panas dari lokasi pertambangan batu bara, sebelumnya pernah dicek oleh Dinas Kehutanan Kabupaten Tanahlaut berdasarkan citra satelit dan titik koordinat.

"Kami balik kanan karena bukan kawasan hutan. Tapi lahan penampungan pertambangan batu bara di wilayah Jorong yang terbakar. Itu bukan kewenangan kami lagi menegur pemilik batu bara tersebut," ujar Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Tanahlaut, Ahmad Khairin, belum lama ini. (*)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help