Berita Kabupaten Banjar

Ini Penyebab Masyarakat Banjar Sulit Menulis

Hal itu, sepertinya juga dialami sebagian besar guru maupun mahasiswa bahasa dan sastra. Mereka justru, tidak aktif menulis.

Ini Penyebab Masyarakat Banjar Sulit Menulis
hari widodo
Pelatihan jurnalistik yang digelar di Ponpes Darul Hijrah. 

BANJARMASINPOST.CO.ID.MARTAPURA - Meski guru Bahasa Indonesia yang tentunya fasih dalam tata bahasa dan penulisan namun Ahmad Maidi mengaku kesulitan menulis.

Hal itu, sepertinya juga dialami sebagian besar guru maupun mahasiswa bahasa dan sastra. Mereka justru, tidak aktif menulis. Sebaliknya, justru diluar mereka yang menekuni bahasa dan sastra bisa melakukannya.

"Karena itu, saya ingin tahu kira-kira apa sih penyebabnya dan apa resepnya agar kami juga bisa menulis. Diponpes ini, banyak sekali kegiatan tetapi sayang tidak terpublikasi maka dari itu kami ingin belajar bagaimana bisa menulis setiap kegiatan di ponpes ini," ujar Maidi saat mengikuti seminar dan pelatihan jurnalistik yang digelar di Ponpes Darul Hijrah.

Ketua Prodi Ilmu Komunikasi IAIN Banjarmasin Hj Armiah MSI mengakui, kesulitan menulis ini juga dirasakannya saat mengajar di Fakultas Dakwah.

Mahasiswanya, jika tidak dipaksa akan lebih memilih berceramah dibandingkan harus menulis.

"Mereka saat berceramah bisa bicara panjang lebar. Tetapi, saat disuruh menulis apa yang mereka sampaikan menjadi tidak jelas. Itu karena, kebiasaan masyarakat Banjar yang lebih kepada budaya lisan. Saat menceritakan sesuatu, bisa ngomong panjang lebar tetapi saat menulis singkat. Solusinya, bisa dengan banyak membaca, menonton televisi terutama talk show sehingga kita terbiasa berfikir runut,"ujarnya.

Senada juga diungkapkan Sekretaris Redaksi Banjarmasin Post, Irhamsyah Safari.

Sebenarnya, menulis itu hanya memindahkan apa yang kita saksikan dan rasakan melalui pancaindera kita ke dalam bentuk tulisan.

Tetapi, karena terbiasa dengan budaya lisan membuat kita kesulitan ketika menuangkan ke dalam bentuk tulisan.

"Kuncinya harus belajar dan rajin membiasakan diri untuk menulis. Dari kebiasaan itu, kemampuan kita untuk menulis menuangkan apa yang kita saksikan dan rasakan juga akan terasah," ujar Irhamsyah

Penulis: Hari Widodo
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved