Berita Banjarmasin

2019, Banjarmasin Ditargetkan Bebas Kawasan Kumuh

"Pemerintah telah melakukan banyak program yang dilakukanuntuk mengurangi masalah perkotaan tersebut seperti memperbaiki infrastruktur baik jalan

2019, Banjarmasin Ditargetkan Bebas Kawasan Kumuh
banjarmasinpost.co.id
Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kawasan kumuh di Banjarmasin masih luas yakni sekitar 549,7 hektare atau lima persen dari luas Kota Banjarmasin.

"Pemerintah telah melakukan banyak program yang dilakukanuntuk mengurangi masalah perkotaan tersebut seperti memperbaiki infrastruktur baik jalan dan jembatan," kata Kepala Dinas Cipta Karya dan Perumahan Kota Banjarmasin, M Fanani Syarifuddin.

Nah, momentum Hari Jadi ke 490 Kota Banjarmasin ini, pihaknya melakukan gerakan 100-0-100 menuju Kota Bebas Kawasan Kumuh pada 2019.

Gerakan ini langsung dilakukan penandatangannya oleh Gubernur Kalsel H Sabirin Noor dan Walikota Banjarmasin Ibnu Sina maupun Wakilnya Hermansyah.

Kemudian juga lima Camat, 52 lurah dan 52 BKM juga melakukan penandatangan dengan satu tekat melakukan membersihkan kekumuhan.

"Pemerintah juga melakukan perbaikan lingkungan dengan bekerja sama dengan kelompok masyarakat. Kelompok masyarakat atau Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) membantu masyarakat perkotaan untuk memperbaiki dan menata lingkungan pemukiman lebih baik," katanya.

Khusus di Banjarmasin memang baru ada 13 dari 52 kelurahan yang mendapatkan bantuan perbaikan lingkungan dengan bantuan BKM. Kelurahan tersebut di antaranya, kelurahan Pelambuan, Basirih, Alalak Selatan, Teluk Dalam, Kuin Utara yang masing-masing mendapatkan bantuan sebesar Rp 1 miliar dari APBN.

Selanjutnya, kelurahan Surgi Mufti, Kelayan Selatan, Kampung Melayu yang mendapatkan bantuan masing-masing sebesar Rp 1 Miliar dari APBD murni Pemerintah Kota Banjarmasin. Kemudian pasar lama, Murung Raya, Karang Mekar dam Kelayan Timur.

Kemudian, lanjut Fanani, untuk mendapatkan program P2LBK tersebut juga tidak mudah. asyarakat juga harus konsisten dalam lingkungannya atau mendukung program tersebut sehingga danannya pun bisa secara stimultan hingga penataan kawasan kumuh di lingkungannya hilang.

Salah satu contoh kelurahan akampung Melayu yang ditata dengan menonjokkan karakteristik lingkungan dan kebiasaan masyarakat pinggiran.

"Kawasan tersebut ditata dengan membangunkan jembatan atau titian sepanjang pesisir Kampung Melayu, kedepan dapat dilanjutkan dengan pembangunan pemukimannya,” katanya. (*)

Penulis: Murhan
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved