Dari Limbah, Siswa SMA Ini Ciptakan Bahan Peredam Suara

Sebelumnya Alan pernah menguji coba peredam suara dengan membuat peredam dari ubin keramik, namuh hasilnya hanya sekitar 25dv atau 27,28 persen saja

Dari Limbah, Siswa SMA Ini Ciptakan Bahan Peredam Suara
surya/pipit maulidiya
Alan Dharmasaputra menunjukkan inovasi peredam suara dari Styrofoam dan Coconut Coir atau sabut kelapa yang dihaluskan, Sabtu (24/9/2016) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, SURABAYA - Sering melihat limbah sabut kelapa membuat Alan Dharmasaputra, murid SMA Kelas II IPA 1 Nation Star Academy (NSA) berinisiatif memanfaatkannya.

Dia mencari manfaat sabut kelapa di internet, dan mencoba beberapa inovasi.

Alhasil, Alan menemukan inovasi tepat guna yaitu peredam suara dari Coconut Coir (serbuk sabut kelapa) dan styrofoam.

"Aku pilih buat peredam suara dari styrofoam dan sabut kelapa karena, styrofoam pembuatannya menggunakan bahan nonbiodegradable yang tidak ramah lingkungan, makanya aku daur ulang. Disamping itu limbah pertanian sabut kelapa didaur ulang dengan cara dibakar kurang tepat," katanya, Sabtu (24/9/2016).

Dari bahan-bahan ini Alan membuat daur ulang yang bermanfaat sebagai peredam suara, yang ramah rupiah.

Pemilik potongan pelontos ini menggunakan semen cepat kering dan pasir, untuk mengikat styrofoam dan sabut kelapa yang sudah dihancurkan.

"Perlu waktu 2 hari untuk pengeringan. Aku buat peredam berdimensi 13 x 23 cm. Sudah aku uji coba dan hasilnya bisa mengurangi suara dari 90db ke 45db. Atau sekitar 50 persennya," katanya.

Sebelumnya Alan pernah menguji coba peredam suara dengan membuat peredam dari ubin keramik, namuh hasilnya hanya sekitar 25dv atau 27,28 persen saja.

Antonius Malem Barus, Kordinator Inovation Center and International Colaboration, Nation Star Academi School (NSA), menuturkan pihak sekolah terus memacu potensi kreativitas siswanya.

"Kami memberikan kesempatan sebesar-besarnya agar mereka mau menciptakan kreativitas semacam ini, peredam suara. Meski belum bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, karena masih harus dikembangkan lagi soal ukuran bahan yang dipakai," komentarnya. (*)

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Surya Online
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help