Tajuk

Saksi Bisu

Bukti itulah yang sekarang dicari lewat sidang pengadilan yang sudah berlangsung lama.

Saksi Bisu
dokbpost
H Pramono BS

BANJARMASINPOST.CO.ID - SEORANG pensiunan hakim agung pernah bilang, yang bisa menjerat Jesica Kumala Wongso dalam kasus kematian Mirna Salihin akibat meminum kopi yang ditaburi racun sianida adalah bukti bahwa Jesica memasukkan sianida ke ke dalam gelas kopi. Tanpa bukti itu Jesica tidak bisa dipenjara.

Bukti itulah yang sekarang dicari lewat sidang pengadilan yang sudah berlangsung lama. Puluhan saksi dihadirkan, dari saksi-saksi fakta sampai saksi ahli, baik dari pihak penuntut umum maupun pihak Jesica.

Pegawai Kafe Oliver tempat Mirna minum kopi bersama Jesica, juga sudah dihadapkan ke sidang untuk memberikan kesaksian. Seperti yang kini umum ada di mana-mana, kamera pengintai CCTV juga diputar berulang-ulang dari segala posisi. Tapi hasilnya masih nihil. Tangan Jesica tidak kelihatan menaruh sianida di gelas Mirna meski yang ada di situ hanya Jesica.

Sidangnya berlangsung hingga malam, riuh oleh penonton yang tak bosan-bosannya datang. Kadang terdengar suara tepuk tangan manakala jawaban saksi sesuai dengan selera penonton. Seorang pengunjung “VVIP”, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo yang sering dianggap ahli di bidang telematika sampai diusir keluar ruang sidang karena tidak sopan. Dia berteriak-teriak “bohong ... bohong... ketika saksi ahli dari Jesica memberi keterangan.

Pemandangan itu bisa dilihat oleh jutaan pasang mata yang menyaksikan lewat tayangan televisi. Sidang kopi bersianida ini disiarkan langsung oleh beberapa stasiun televisi.

Sidang yang bertele-tele itu hanya ingin mendapat satu kepastian, Jesica Kumala Wongso memasukkan sianida ke gelas kopi yang diminum Mirna apa tidak.

Berbagai ahli dengan ilmu yang tinggi, mulai ahli kedokteran forensik, psikologi, toksikologi, hukum dan beberapa bidang ilmu yang lain dihadirkan oleh jaksa penuntut umum. Mereka semua memberikan keterangan yang mengarah pada kesimpulan bahwa hanya Jesica yang bisa memasukkan sianida ke gelas kopi, bukan yang lain.

Pendapat tadi berlawanan dengan para ahli yang dihadirkan oleh pengacara Jesica. Bahkan ada ahli yang menyebut kematian Mirna bukan akibat sianida. Ini dijelaskan secara ilmiah pula.

Mereka adalah ahli-ahli pada ilmu yang sama-sama dipelajarinya bahkan sebagian dari lembaga yang sama pula, yaitu Universitas Indonesia. Bahkan ada saksi ahli dari pihak Jesica yang didatangkan dari Australia.

Tapi mengapa hasilnya begitu berbeda? Saksi ahli bukanlah orang sembarangan karena mereka orang yang terdidik, ahli di bidangnya.

Halaman
12
Editor: Yamani Ramlan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help