Syahruji Optimistis Gambut Raya Tiga Tahun akan Terbentuk

Syahruji, satu tokoh pergerakan Gambut Raya saat pertama kali dicetuskan pada 1999, optimistis kabupaten ini benar- benar terwujud.

Syahruji Optimistis Gambut Raya Tiga Tahun akan Terbentuk
Banjarmasinpost.co.id
Cover BPost Edisi Selasa (27/9/2016) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Pembentukan Kabupaten Gambut Raya semakin menggelora di enam kecamatan di Kabupaten Banjar. Dukungan pun mengalir deras dari berbagai lapisan masyarakat di enam kecamatan; Gambut, Kertak Hanyar, Sungai Tabuk, Aluh-Aluh, Tatah Makmur dan Beruntung Baru.

Syahruji, satu tokoh pergerakan Gambut Raya saat pertama kali dicetuskan pada 1999, optimistis kabupaten ini benar- benar terwujud.

"Dukungan pembentukan Gambut Raya dari masyarakat yang kami temui saat digelar musyawarah desa begitu besar. Saya optimistis 3-4 tahun ke depan Kabupaten Gambut Raya bakal terwujud," ujar Syahruji.

Saat Gambut Raya mulai dicetuskan pada 1999, Syahruji menjadi wakil ketua panitia. Kini, Syahruji menjabat wakil ketua panitia di Kecamatan Sungai Tabuk. Kata dia, pergerakan kali ini sangat berbeda dengan pergerakan Gambut Raya 17 tahun lalu.

Saat itu, pergerakan nyaris tidak banyak diketahui masyarakat. Wacana itu hanya bergulir di kalangan elite dan nyaris tidak ada dukungan dari tokoh masyarakat dan kepala desa.

"Itu sebabnya gerakan Pembentukan Gambut Raya gagal. Berbeda dengan gerakan saat ini yang semuanya bergerak dari bawah melalui musyawarah desa. Respons masyarakat dari musdes yang telah digelar sangat besar mereka mendukung pembentukan Kabupaten Gambut Raya. Tak hanya masyarakat, dewan dari Gambut Raya pun tidak sungkan memberikan dukungannya ," ujarnya.

Dia menjelaskan, saat itu dari persyaratan belum memenuhi seperti jumlah kecamatan yang hanya empat, jumlah penduduk yang belum mencapai 100 ribu. Belum lagi potensi pendapatan asli daerah masih kecil.

Sekarang wilayah Gambut Raya sudah enam kecamatan, penduduknya lebih 100 ribu dan potensi pendapatan dari sektor jasa, perindustrian dan perdagangan sangat besar.

"Dari Rp160 miliar PAD Kabupaten Banjar sebesar 35 persen berasal dari Gambut Raya. Makanya, kami optimistis perjuangan kali ini akan berhasil," ungkap Syahruji. (*)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved