Berita Kotabaru

Kayu Bantuan Material Rehab Rumah Kok Bengkok?

Abdul Manan misalnya. Salah satu penerima bantuan ini mengakui, material yang diterimanya dari suplaiyer sebagian besar banyak tidak dimanfaatkan.

Kayu Bantuan Material Rehab Rumah Kok Bengkok?
banjarmasinpost.co.id/helriansyah
Bahan material ramuan rumah tidak bisa dipakai penerima bantuan karena kondisinya bengkok. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Bantuan material proyek Kementerian PU dan Perumahan Rakyat yang difasilitatori Dinas Ciptakarya, Permukiman dan Perumahan (CPP) Kotabaru mulai menuai keluhan.

Itu karena material yang didistribusikan mulai beberapa hari lalu ke warga berhak menerima dianggap tidak sesuai.

Persoalannya, bahan ramuan rumah seperti papan, ulin dan balok yang diterima warga secara fisik terkesan banyak yang tidak bisa dipakai.

Abdul Manan misalnya. Salah satu penerima bantuan ini mengakui, material yang diterimanya dari suplaiyer sebagian besar banyak tidak dimanfaatkan.

"Kaya balok ukuran 5x10 (kayu lemah) banyak tidak bisa dipakai. Karena kondisi banyak yang bengkok. Jadi tidak bisa dipakai," kata Manan, kepada BPost Online ditemui dikediamannya, Selasa (4/10/2016).

Tak hanya balok ukuran 5x10, tapi beberapa batang kayu ukuran 5x5 juga tidak bisa dimanfaatkan karena kondisi yang sama (bengkok).

"Kondisi bengkoknya seperti ini mana bisa dipakai. Ada sih rencana akan ditukar dengan yang lebih bagus. Begitu juga ulin ukuran 5x10," jelasnya.

Sekadar diketahui, bantuan material program pemerintah pusat untuk rehab rumah warga miskin. Selain Manan, warga lainnya yang dinilai layak juga mendapatkan bantuan tersebut.

Hanya nominal bantuan tersebut berbeda, untuk rumah rusak ringan mendapatkan bantuan Rp 7,5 juta, rusak sedang Rp 10 juta, dan rusak Rp 15 juta. (*)

Penulis: Herliansyah
Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help