Berita HST

Warga di Pegunungan Meratus Rawan Terjangkit Rabies

Upaya pencegahan juga dilakukan, dengan cara memberikan vaksin secara dini kepada anjing-anjing yang positif kena rabies.

Warga di Pegunungan Meratus Rawan Terjangkit Rabies
tribunnews.com
Ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah drg Kusudiarto menyatakan, penyakit rabies masih ditemukan di HST. Pada 2015-2016, ditemukan ada 26 kasus, namun tak sampai menimbulkan korban karena berhasil ditangani melalui pemberian vaksin.

Upaya pencegahan juga dilakukan, dengan cara memberikan vaksin secara dini kepada anjing-anjing yang positif kena rabies.

Disebutkan, kasus rabies asering ditemukan di daerah-daerah pegunungan Meratus di  kecamatan Hantakan, Batang Alai Timur.

Juga Limpasu  dan Haruyan. Masyarakat di sana dikenal banyak yang memelihara anjing untuk berburu dan menjaga kebun mereka.

“Jadi mereka rawan terjangkit rabies karena sehar-hari bergaul dengan binatang tersebut,” jelas Kusudiarto saat Sosialisasi bahaya Rabies bersama  Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, dalam rangka memperingati word rabies day di Aula Bakti Husada.

Kegiatan bertema edukasi dan vaksinasi menuju Indonesia Bebas Rabies 2020 tersebut juga dihadir para kepala puskesmas dan SKPD terkait.

Sedangkan materi tentang rabies, disampaikan perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel Benny rahmadi.

Sebelumnya, Wabup HST HA Chairansyah berharap, dampak negatif penyakit rabies ini disosialisasikan kepada masyarakat, khususnya di Pegunungan Meratus.

Karena tidak ada obatnya jika terinfeksi terinfeksi ke manusia, Wabup meminta DInkes melakukan berbagai upaya pencegahan.

“Lebih gencar lagi menyosialisasikan dan mengajak masyarakat yang memelihara anjing, agar jika terindikasi terkena infeksi rabies, segera divaksin dengan cepat dan tidak sampai menggigit manusia," katanya. (*)

Penulis: Hanani
Editor: Yamani Ramlan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help