Takut Jarum Suntik, Korban Jambret di Martapura Tak Mau Lukanya Dijahit

Informasi didapat, Ifit dijambret saat berada di Jalan A Yani Km7 Kertakhanyar, di seberang Mapolsek Kertakhanyar, Jumat (7/10)pukul 23.00 Wita.

Takut Jarum Suntik, Korban Jambret di Martapura Tak Mau Lukanya Dijahit
banjarmasinpost.co.id/abdul ghanie
Korban jambret di Kertak Hanyar saat dirawat di Puskesmas Gambut. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Meski sudah dua hari berlalu, korban penjambretan, Ifit (19), masih trauma. Gadis berambut panjang itu bersikap sangat berhati-hati, terutama ketika mengendarai sepeda motornya di malam hari.

“Saya kehilangan sebuah tas berisi uang tunai sebesar Rp 1 juta dan beberapa surat serta kartu identitas diri,” ujar Ifit, kemarin.

Tak hanya kehilangan uang, Ifit juga menderita luka-luka. Yang agak parah luka di jempol kaki kanannya. Saat petugas medis IGD Puskesmas Gambut hendak menjahitnya, Ifit menolak. Alasannya takut dengan jarum suntik.

Usai lukanya diobati, Ifit kemudian dibawa pulang ke rumahnya di Jalan Mahligai Gang Afdi Karya 2, Kecamatan Kertakhanyar, Kabupaten Banjar, menggunakan ambulans BPK Nurul Hadi.

Informasi didapat, Ifit dijambret saat berada di Jalan A Yani Km7 Kertakhanyar, tepatnya di seberang Mapolsek Kertakhanyar, Jumat (7/10) sekitar pukul 23.00 Wita.

Sebelum musibah terjadi, Ifit sempat minta izin kepada orangtuanya makan di luar rumah. Karena sudah larut malam, sang ibu melarangnya. Kemudian sang ibu meminta Ifit memakan makan yang ada di rumah saja. Tapi Ifit tidak mematuhinya.

Mengendarai sepeda motor, Ifit seorang diri meluncur ke kawasan Jalan Veteran, Banjarmasin. Kemudian dia berhenti di sebuah warung nasi goreng di kawasan Jalan Veteran. Usai mendapat apa yang diinginkan, Ifit langsung pulang rumah orangtuanya.

Dalam perjalanan pulang itulah, tepatnya di seberang Mapolsek Kertakhanyar, Ifit dikerjai penjambret. Tas milik Ifit diambilpaksa penjambret dan kemudian Ifit jatuh tersungkur.

Anggota BPK Mubtadi'in, yang kebetulan melintas di kawasan Jalan A Yani Km 7 Kertakhanyar, langsung menolong Ifit. Ifit dilarikan ke IGD Puskesmas Gambut.

“Saya mengira korban terjatuh lantaran mengalami laka tunggal. Ternyata dia korban penjambretan,” kata Dedy.

Menurut pengakuan korban, kata Dedy, penjambret mengendarai Honda Beat putih. “Mengenai nopolnya, korban tidak mengetahui," ujarnya.

Terpisah Kapolres Banjar, AKBP Kukuh Prabowo melalui Kapolsek Kertak Hanyar, Iptu Ria Ariyanti, saat dikonfirmasi terkait insiden penjambretan di wilayah hukumnya mengaku tidak menerima laporan kasus tersebut. "Sementara ini enggak ada laporannya, " ujar Ria. (gha)

Baca Lengkap di Harian Metro Banjar Edisi Senin (10/10/2016)

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Metro Banjar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved