Berita HSU

NEWS VIDEO: Tradisi Meminyaki Anak Yatim Saat Hari Asyura

Anak anak yatim yang terkumpul tampak gembira, karena semakin banyak orang yang mengusapkan minyak rambut ke kepala mereka maka semakin banyak juga ua

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI – Setiap 10 muharam atau hari As Syura masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) memeriahkannya dengan memasak bubur dan dibagikan kepada seluruh warga sekitar.

Selain itu juga ada tradisi meminyaki anak yatim. Meminyaki anak yatim adalah mengusapkan minyak rambut ke kepala anak yatim.

Cara mengusapkannya adalah untuk anak laki laki diusapkan dari kepala bagian depan diusap kebelakang dan kembali kedepan, sebailknya untuk anak perempuan diusapkan dari kepala atau rambut bagian belakang diusapkan ke bagian depan dan dikembalikan ke bagian belakang.

Setiap penyelenggara biasanya juga memberikan panduan untuk doa yang dibaca ketika mengusapkan minyak ke kepala anak yatim. Penitia juga mengumpulkan dana untuk anak yatim, sebelum mengusapkan minyak ke kepala anak yatim warga menyerahkan uang ke panitia terlebih dulu.

Anak anak yatim yang terkumpul tampak gembira, karena semakin banyak orang yang mengusapkan minyak rambut ke kepala mereka maka semakin banyak juga uang yang terkumpul.

Selain menggunakan minyak rambut ada juga yang menggunakan minyak goring, tak ayal seluruh rambut anak yatim basah oleh minyak. Mereka membawa sapu tangan atau lap untuk mengusap minyak yang membasahi rambut mereka.

Indah (10) misalnya warga Desa Keramat, dirinya yang sudah ditinggal kedua orangtuanya sejak kecil ini setiap tahun mengikuti acara meminyaki anak yatim. Uang yang diberikan oleh panitia digunakan untuk membeli keperluan sekolah.

Selama ini dirinya tinggal bersama paman dan bibinya yang juga hidup sederhana. pada tahun sebelumnya Indah harus menggunakan banyak shampoo untuk menghilangkan lengketnya minyak dikepalanya.

Saat ada orang yang meminyaki rambutnya dia juga berharap agar selalu bertambah orang yang mau menyisihkan rezekinya untuk anak yatim. Indah juga kadang merasakan pedih pada matanya karena minyak yang diusapkan dikepala luntur mengenai dahi dan matanya.

Salahsatu Kecamatan yang menyelenggarakan meminyaki anak yatim adalah Kecamatan Haur Gading yang terdapat tiga tempat. Satu di Desa Palimbangan yang mengumpulkan anak yatim sebanyak 160 anak yatim dan yatim piatu , dana yang terkumpul lebih dari Rp 16 juta.

Desa Kramat yang bertempat di Madrasah Intisarul Mubarat sebanyak 299 yatim piatu memperoleh dana lebih dari Rp 43 juta. Dan Panti Asuhan Nurul Fajeri sebanyak 151 yatim piatu dana yang terkumpul lebih dari Rp 28 juta.

Panitia biasa membatasi anak yang mendapatkan santuanan yaitu yang dibawah umur 15 tahun.

Syarif Camat Haur Gading mengatakan dana yang terkumpul akan dibagikan kepada seluruh anak yatim secara merata.

“Setiap tahun jumlah donator dan uang tang terkumpul selalu bertambah, kami mengucapkan terimakasih,” ujarnya. Bupati HSU Abdul Wahid juga menghadiri acara yang dilaksanakan setiap tahun ini. Selain ikut meminyaki kepala anak yatim Abdul wahid juga memberikan santunan kepada seluruh anak yatim. (Banjarmasin Post/Reni Kurnia Wati/Ratino Taufik)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help