Seputar Kalteng

Novan Kaget Uangnya Hilang Diduga Tersedot Saat Ingin Transaksi di ATM

Dia menduga, sistem jaringan yang digunakan oleh ATM terganggu, sudah tentu tidak bisa melakukan transaksi, namun masalah baru kembali muncul.

Novan Kaget Uangnya Hilang Diduga Tersedot Saat Ingin Transaksi di ATM
Kompas.com/ Muhammad Hasanudin
Ilustrasi

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Novan salah seorang warga Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Kamis (13/10/2016) mengaku kaget setelah melihat rekeningnya yang baru di ambil di anjungan tunai mandiiri (ATM) tiba-tiba berkurang dari yang diinginkanya.

Harapan Novan, ingin mengambil  uang dengan mudah melalui, ATM malah menyebabkan uangnya hilang Rp100 ribu rupiah yang diduga akibat tersedot saat ingin melakukan transaksi di ATM.

Dia menduga, sistem jaringan yang digunakan oleh ATM terganggu, sudah tentu tidak bisa melakukan transaksi, namun masalah baru kembali muncul.

"Karena saat terjadi gangguan Saldo Nasabah terpotong."ujarnya.

Menurut Novan, dia saat itu ingin menarik uang di salah satu ATM Center yang terletak di kawasan Bukit Hindu tepatnya di rumah makan Palem Asri, jalan Kinibalu, Kelurahan Palangka  Kecamatan Jekanraya, Palangkaraya malam, hal itu terjadi.

"Kejadiannya pukul 23.30 tadi malam. Pada saat melakukan Tarikan Tunai, uang senilai seratus ribu rupiah yang ingin ditarik ternyata tidak bisa keluar dan dari mesin tersebut muncul tulisan “maaf transaksi tidak dapat diproses” sedangkan saldo uangnya masih mencukupi untuk melakukan penarikan tunai.Saya jadi bingung." katanya.

Anggota Komisi A DPRD Provinsi Kalteng, P. Lantas Sinaga, di Gedung Komisi A DPRD Kalteng, jalan S. Parman,  Palangkaraya. Dia meminta perbankan memeriksa mesin ATM yang ada di TKP.

“ATM, iberfungsi untuk memudahkan transaksi nasabah dari bank tempat mereka menyimpan uang, sehingga apabila ada kejadian seperti ini, pihak bank yang bersangkutan harus segera menindaklanjutinya, supaya masyarakat tetap percaya dengan Bank tempat mereka menyimpan uang.” ujarnya. (*)

Penulis: Fathurahman
Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help