Health Info

Bekam, Antara Tradisi dan Sains Modern

Selama ini, ia berobat ke dokter dan mengonsumsi obat sintetis. Sebulan terakhir, Awit mencoba bekam. "Jika ke dokter, rasa nyeri di kaki

Bekam, Antara Tradisi dan Sains Modern
kompas.com
Terapis bekam Solihin Abu Ilyas melakukan pemvakuman udara dalam kop bekam pada tubuh Awit Miosi di Tangerang Selatan, Selasa (30/8/2016). Bekam modern menggunakan peralatan lebih sederhana dan mengikuti standar medis. Pompa bekam dipilih untuk menggantikan proses pemvakuman dengan pembakaran udara dalam kop atau pemakaian kompresor. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Dengan langkah tertatih, Awit Miosi (32) menyambut Solihin Abu Ilyas, terapis bekam di rumahnya di Pondok Ranji, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (30/8/2016). Seusai sekitar 2 jam terapi, rasa ngilu di kakinya akibat asam urat jauh berkurang.

Selama ini, ia berobat ke dokter dan mengonsumsi obat sintetis. Sebulan terakhir, Awit mencoba bekam. "Jika ke dokter, rasa nyeri di kaki memang hilang, tapi cepat kambuh," katanya.

Bekam merupakan metode pengobatan kuno. Dalam A Cup of History di cuppingtherapy.org yang dikelola Asosiasi Terapi Bekam Internasional (ICTA) disebut, bekam tertera di tulisan hieroglif Mesir sejak 3.500 tahun silam. Di Tiongkok, ahli herbal Ge Hong yang hidup pada tahun 281-341 membekam memakai tanduk hewan.

Namun, asal mula bekam masih kabur. Perkembangan bekam di Afrika, Eropa, Timur Tengah, hingga Asia Timur diduga seiring migrasi manusia. Di Indonesia, bekam dikenal dengan cantuk di Jawa, kop atau kopan (Sunda), tangkik atau batangkik (Sumbawa), dan sanggrah (Betawi).

Prinsip pembekaman adalah mengeluarkan darah kotor yang mengandung racun dari dalam tubuh melalui pelukaan kulit. Proses menggunakan gelas bekam (kop) itu biasanya didahului pemvakuman kulit (bekam kering) dan diikuti pengeluaran darah dari tubuh (bekam basah).

Maraknya bekam beberapa tahun terakhir di Indonesia tak lepas dari keinginan sebagian umat Islam mempraktikkan metode pengobatan zaman Nabi Muhammad atau thibbun nabawi. Pengembangan bekam oleh para ahli kedokteran Muslim menjadikannya termaju di Baghdad, Irak, abad ke-10.

Di Eropa, abad ke-18, bekam memakai lintah. Namun, di akhir abad ke-19, itu dilarang. Dokter masa itu menilai pasien yang dibekam jadi lemah dan mudah terinfeksi akibat alat tidak steril.

Nyatanya, bekam tidak sepenuhnya ditinggalkan Barat. Di Olimpiade Rio 2016, perenang AS, Michael Phelps, dan atlet senam AS, Alex Naddour, menunjukkan lingkaran-lingkaran merah bekas bekam di tubuhnya. Bekam diklaim meningkatkan fleksibilitas dan rentang gerakan, serta memulihkan fungsi otot.

Banyak teknik pemulihan stamina: pijat olahraga, mandi es, sauna, hingga baju kompresi. "Bekam banyak membantu mengurangi rasa sakit sehingga lebih ekonomis," kata Naddour, dikutip USA Today, 9 Agustus 2016.

Sejumlah selebritas dunia, seperti diwartakan BBC, 9 Agustus 2016, juga percaya diri menunjukkan bekas bekam, antara lain Gwyneth Paltrow, Justin Bieber, dan Victoria Beckham.

Halaman
123
Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved