Agar "Touring" Sepeda Motor Nyaman dan Tak Ganggu Pengendara Lain, Perhatikan Ini

Namun, jangan lupa untuk menciptakan iring-iringan yang aman dan nyaman, serta tidak mengganggu pengendara lain.

Agar
Istimewa
Ilustrasi touring. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANGERANG – Berkendara beramai-ramai menuju satu titik atau biasa disebut touring, sudah jadi agenda rutin para komunitas sepeda motor.

Namun, jangan lupa untuk menciptakan iring-iringan yang aman dan nyaman, serta tidak mengganggu pengendara lain.

Hendrik Ferianto, Instruktur Safety Riding Astra Honda Motor (AHM) mencoba mengingatkan biker, khususnya pemula, bagaimana touring yang tepat dan berkeselamatan. Pasalnya tidak dipungkiri, masih banyak yang melakukan touring dengan cara yang kurang ideal.

“Terutama yang masih pemula, di mana saat mereka melakukan touring, banyak sekali hal-hal penting yang terlewatkan atau diabaikan. Jadi tampak sekedar asal touring saja, berkendara bersama-sama,” tutur Hendrik, Kamis (13/10/2016).

Berikut yang perlu diperhatikan kala akan dan sedang melakukan touring, khususnya kendaraan roda dua.

1. Pastikan ada yang menjadi road captain. Pemegang jabatan ini harus memiliki skill berkendara yang paling baik, mengetahui rute perjalanan, dan berpengalaman dalam touring. Road captain ditempatkan pada posisi paling depan barisan rombongan.

2. Kemudian ada biker yang menjadi sweeper, dan posisinya ada paling belakang. Tugasnya merapikan barisan, menjaga biker anggota touring, memastikan tidak ada yang tertinggal. “Sweeper juga harus berpengalaman touring dan juga mengetahui medan yang menjadi rute touring,” ujar Hendrik.

3. Rombongan touring maksimal terdiri dari 10 sepeda motor. “Ini merupakan jumlah yang paling ideal dan membuat barisan touring tidak terlalu panjang. Jika lebih dri itu, sebaiknya dibagi dua kelompok rombongan,” ujar Hendrik.

4. Posisikan biker pemula atau yang belum mahir ada di posisi depan, tepat di belakang road captain. “Ini agar mereka tidak tertinggal rombongan, dan berpotensi mengalami kecelakaan. Karena ketika tertinggal mereka akan memaksa diri untuk menyusul, padahal kemampuan memacu sepeda motor di jalan umum terbatas,” ucap Hendrik.

5. Jangan arogan, memotong dan menutup jalur pengendara lain. “Sikap ekstrim itu tidak benar, karena kita semua memiliki hak yang sama di jalan. Jadi jangan sampai merugikan pengguna jalan lain,” ujar Hendrik. (KompasOtomotif)

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved