Dendam, Marlan Pukul Pengeroyoknya Pakai Galam Hingga Tewas di Daha Selatan

Beberapa bulan lalu, Marlan bersama teman-temannya pernah mengeroyok Idup. Namun, kasus itu tak dilaporkan ke kepolisian.

Dendam, Marlan Pukul Pengeroyoknya Pakai Galam Hingga Tewas di Daha Selatan
Metro Banjar
Cover Metro Banjar 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Dendam lama bangkit lagi. Idup (18), warga Desa Samuda, Kecamatan Daha Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, menganiaya pengeroyoknya, Marlan (30), pakai kayu galam Sabtu (15/10) sekitar pukul 11.00 Wita. Akibatnya, Marlan tewas.

Marlan mengalami luka lebam di bagian mata sebelah kanan dan dada depan. Sedangkan Idup, usai melakukan penganiaan berat menggunakan sepotong kayu galam, langsung kabur. Namun, tak sampai 24 jam Idup ditangkap polisi di Gang Sawahan, Martapura, Kabupaten Banjar, Minggu (16/10).

Idup ditangkap Unit Jatanras Polres HSS, yang dipimpin Kanit Tipeter Ipada I Gede Bagus, sekitar pukul 04.00 Wita. Idup tak berkutik, saat anggota Jatanras tersebut membekuknya di rumah salah satu kerabatnya.

Subuh itu juga Idup langsung dibawa ke Mapolres HSS. Tapi sebelumnya, Polsek Daha Selatan telah mengamakan barang bukti berupa sepotong kayu galam dan memeriksa dua saksi, yakni H Gusti dan Jakpar, warga Desa Tumbukan Banyu, Daha Selatan.

Kapolres HSS, AKBP Sukendar Eka Restyan Putra, melalui Kasubbag Humas Polres HSS, AKP Agus WInartono, menjelaskan motif penganiayaan berat yang dilakukan Idup adalah dendam.

Beberapa bulan lalu, Marlan bersama teman-temannya pernah mengeroyok Idup. Namun, kasus itu tak dilaporkan ke kepolisian. Usai peristiwa itu, juga tak ada kesepakatan damai karena Marlan langsung kabur dari kampungnya. (han)

Baca Lengkap di Harian Metro Banjar Edisi Senin (17/10/2016)

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Metro Banjar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help