Berita Tanahbumbu

SMKN 2 Simpangempat Tampung 16 anak dari Sabah Malaysia

Program tersebut merupakan bagian dari program sekolah yang saat ini telah berjalan yaitu sekolah Inklusi. Dipimpin Ribut Giyono selaku kepala sekolah

SMKN 2 Simpangempat Tampung 16 anak dari Sabah Malaysia
man hidayat
SMKN 2 Simpangempat Kabupaten Tanahbumbu 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - SMKN 2 Simpangempat Kabupaten Tanahbumbu terus melakukan terobosan. Bahkan dalam waktu dekat ini, akan bekerjasama dengan Pemerintah Malaysia untuk program Indonesia Memanggil.

Program tersebut merupakan bagian dari program sekolah yang saat ini telah berjalan yaitu sekolah Inklusi. Dipimpin Ribut Giyono selaku kepala sekolah, mencetus program tersebut dan mencanangkan program Indonesia Memanggil.

Tujuannya, agar anak-anak Indonesia yang ada diluar Negeri yang tidak mendapatkan pendidikan disana agar bisa pulang ke Indonesia dan sekolah di Indonesia. Karena di SMKN 2 Simpangempat telah membuka sekolah inklusi sejak 2011 lalu.

Dalam hal ini, SMKN 2 Simpangempat merupakan salah satu sekolah yang siap menampung dan mendidik anak-anak yang berada diluar Negeri. Terlebih saat ini, di sekolah yang dipimpinnya sudah menjadi sekolah piloting sejak 2012 lalu dan menampung sebanyak 10 anak dari Sabah Malaysia sejak 2015 melalui Program Indonesia Memanggil yang dimulai pada 2013.

"Ini spirit SMKN 2 Simpangempat dalam menyikapi permasalahan Bangsa khususnya di bidang pendidikan. Karena harus ada yang peduli sebab mereka adalah saudara-saudara kita yang kurang beruntung yang menjadi korban dari dampak TKI atau Imigran yang tidak benar,"kata Ribut Giyono.

Menurut Ribut, tindakan tersebut agar anak-anak Indonesia di luar negeri sana mendapatkan hak yang sama dan mendapatkan pendidikan. Karena Negara tidak bisa seeaknya mendirikan sekolah di negeri orang, begitu juga tanggung jawab. Pemerintah Luar Negeri tidak akan bertanggung jawab kepada anak-anak Indonesia disana.

"Kami berharap semua sekolah menyelenggarakan sistem pendidikan inklusif agar setiap anak dapat sekolah tanpa ada diskriminasi. Sebab, sekolah yang hanya bangga dengan prestasi dan juara hanya akan melahirkan sekolah eksklusif yang jauh dari nilai nilai keadilan dan kemanusian.

Hingga saat ini sudah ada 16 anak yang sekolah di SMKN 2 Simpangempat dari Sabah Malaysia,"katanya.

Penulis: Man Hidayat
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved