Dua Kakinya Ditembak, Pelaku Curanmor di Batulicin Ini Terus Merintih Kesakitan

Warga Jalan Rahman Hakim Desa Pasarbaru Kecamatan Kusan Hilir ini terus merintih kesakitan saat ditemui di ruang Satreskrim Polsek Batulicin, Selasa.

Dua Kakinya Ditembak, Pelaku Curanmor di Batulicin Ini Terus Merintih Kesakitan
banjarmasinpost.co.id/man hidayat
Dua pelaku curanmor dibekuk jajaran Polsek Batulicin, satu pelaku ditembak kedua kakinya. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Seperti apa sakitnya ‘dihadiahi’ timah panas, Joni Rahman alias Jojon (26) sudah merasakannya. Warga Jalan Rahman Hakim Desa Pasarbaru Kecamatan Kusan Hilir ini terus merintih kesakitan saat ditemui di ruang Satreskrim Polsek Batulicin, Selasa (18/10).

Pelor itu menembus kulit kaki kanan dan kiri Jojon. Itu terjadi saat Jojon, yang terjerat kasus pencurian sepeda motor dan Hp, mencoba melarikan diri dari kejaran anggota unit Jatanras Polres Tanahbumbu bersama anggota Polsek Batulicin dan Polsek Kusan Hilir.

Dalam menjalankan aksinya Jojon tidak sendiri. Dia bersama temannya, Bagas Priangbodo (20). Bagas juga sudah ditangkap polisi, tapi nasibnya tidak seburuk Jojon. Warga Jalan Annur RT 4 Desa Pasar Baru, Kecamatan Kusan Hilir, ini tidak melakukan perlawanan dan mencoba melarikan diri saat diringkus di rumahnya.

Informasi didapat, Senin (17/10) dinihari, Bagas dan Jojon melintas di jalan Desa Kersik Putih RT2 RW 1 Kecamatan Batulicin. Di tengah perjalanan, tiba-tiba Jojon minta Bagas untuk menghentikan sepeda motor yang dikemudikannya. Kemudian Jojon berjalan menuju sebuah rumah.

Jojon pun beraksi. Dia masuk ke rumah itu, setelah mencongkel pintu samping. Kemudian Jojon masuk ke kamar, sementara si pemilik rumah tengah tertidur lelap. Jojon pun mengambil Hp dan kunci sepeda motor. Setelah itu pergi dengan membawa kabur sepeda motor Mio GT.

Si pemilik rumah tahu rumahnya kemasukkan pencuri pada pagi harinya. Itu pun setelah dia tidak mendapati sepeda motor dan Hp-nya. Merasa kehilangan, si pemilik rumah melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

Setelah mendapat laporan, jajaran Polsek Batulicin, Unit Jatanras Polres Tanbu dan Polsek Kusan Hilir langsung melakukan penyelidikan. Alhasil, Jojon dan Bagas berhasil diringkus sekitar pukul 23.00 Wita. Kini keduanya berada di Polsek Batulicin untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Saat ditemui, Jojon mengaku dia melakukan pencurian tersebut secara tidak sengaja. “Awalnya jalan-jalan saja. Pas melihat ada rumah yang terang dari jalan, saya minta setop dan turun dari sepeda motor. Saya bilang sama Bagas, tunggu sebentar. Setelah itu saya masuk ke rumah itu dan mengambil sepeda motor dan Hp,” kata residivis penganiayaan dan perampokan emas di Pagatan ini.

Jojon mengatakan, sepeda motor laku dijual Rp 1,5 juta sedangkan Hp Rp 200 ribu. “Bagas saya beri Rp 300 ribu. Sebenarnya Bagas tidak tahu uang itu dari mana. Saya cuma sempat bilang kalau itu hasil curian,” ujarnya. (hid)

Baca Juga di Harian Metro Banjar Edisi Rabu (19/10/2016).

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Metro Banjar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved