Berita Tapin

Warga Tapin Ini Tak Pandai Membaca Tapi Lancar Berhitung

Pemerintah Provinsi Kalsel dan Pemda Tapin terus menyisir dan menggelar kegiatan pemberantasan buta huruf di Tapin

Warga Tapin Ini Tak Pandai Membaca Tapi Lancar Berhitung
banjarmasinpost.co.id/ibrahim ashabirin
Kaum ibu dan bapak yang buta huruf di Kabupaten Tapin mendapat pelajaran membaca. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Pemerintah Provinsi Kalsel dan Pemda Tapin terus menyisir dan menggelar kegiatan pemberantasan buta huruf di Tapin.

Mengatasi buta huruf itu Pemda Tapin membentuk kelompok-kelompok belajar di berbagai desa dan dipandu instruktur.

Warga yang tergolong buta huruf di Tapin, hampir seluruhnya sudah berusia dewasa 45 tahunan ke atas.

Para pengajar warga yang buta huruf itu harus benar-benar punya strategi dan bijaksana, sebab mereka mayoritas orang yang sudah berumur, bukan anak-anak lagi.

Cara belajarnya harus lebih santai, tidak bisa terlalu serius dan kaku, jelas Kepala Seksi Pendidikan Non Formal Disdik Tapin, H Ibrahim.

"Meskipun warga yang buta huruf itu sudah berusia, alhamdulillah berkat belajar dan diajari, mereka akhirnya bisa membaca," jelas H Ibrahim.

"Jumlah warga buta huruf di Tapin masih sekitar ratusan orang," tambahnya.

Namun ada yang unik, warga yang buta huruf itu pada umumnya hanya kesulitan membaca, tetapi dalam hal hitung-menghitung atau transaksi duit mereka pandai, jelas H Ibrahim.

Mungkin mereka karena pekerjaannya pedagang dan petani, sehingga tidak kesulitan dalam hitung-hitungan, tambahnya.

Kepala Dinas Pendidikan Tapin, H Juwaini, mengatakan cara mengajari warga yang buta huruf dan mereka sudah berumur harus memperhatikan faktor sosiologis, psikologis, bersahabat dan santai tapi tetap serius. (*)

Penulis: Ibrahim Ashabirin
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help