Smart Parenting

Biasakan Anak Sarapan Sebelum ke Sekolah

Hal sepele ini yang semestinya harus dihindari. Luangkan waktu untuk mewajibkan anak mengisi perut disaat pagi sebelum beraktivitas.

Biasakan Anak Sarapan Sebelum ke Sekolah
ISTIMEWA
Muhammad Fa'iq Wazza (4 tahun) dan Dinda Amoura Fajra Nada Nadifa (3). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, ‎BANJARMASIN - Bagi seorang ibu bangun pagi-pagi mempersiapakan segala sesuatu keperluan anak-anak sebelummereka sekolah termasuk untuk sarapan pagi termasuk hal yang hebat.

Pasalnya tidak semua ibu yang mau repot-repot membu sarapan bagi buah hatinya. Tidak sedikit ibu sengaja melewatkan sarapan untuk anak-anak demi berbagai alasan.

Mulai takut gemuk, tidak ada waktu, bangun kesiangan, tidak lapar, malas, tidak biasa.

Hal sepele ini yang semestinya harus dihindari. Luangkan waktu untuk mewajibkan anak mengisi perut disaat pagi sebelum beraktivitas. Sri Ayu Lestari salah satunya.

Ibu dari Muhammad Fa'iq Wazza (4 tahun) dan Dinda Amoura Fajra Nada Nadifa (3) tidak pernah sekalipun melewatkan memberikan sarapan bagi anak-anaknya.

"Saya sangat mewajibkan mereka makan dulu sebelum ke sekolah. Bahkan meski terlambat saya sempatkan mereka makanan di mobil," kata istri dari Muhammad Fazrin ini.

Bagi Ayu sapaannya sarapan banyak manfaatnya sarapan berperan menggantikan energi secara optimal.

Lalu apa yang dia berikan kepada anak-anaknya saat pagi, Ayu mengaku saat sarapan agar kecukupan gizi terpenuhi dan biasanya dapat dikonsumsi dalam perjalanan, berbahan natural, mudah menyiapkannya, dan berserat tinggi.

"Menu sarapan berbahan olahan keju: roti meises keju, bubur ayam, sandwich keju, mie rebus dengan telur dan sayur, roti pisang keju. Itukan yang mudah dan praktis bisa dibawa ke mobil juga," perempuan berjilbab ini.

Dibantu sang pengasuh anak, Ayu biasa berkreasilah dengan variasi sarapan si kecil agar mereka tertarik mau makan.

"Saya tidak mau menu itu itu saja jadi harus bervariasi sehingga mereka bisa lahap dan tidak bosan," lanjutnya.

Pernah kata Ayu si kakak Wazza yang sekolah di kecil Sabilal Muhtadin Banjarmasin sekali tidak sempat sarapan.

"Saat itu hanya sempat minum susu saja. Pulang sekolah dia jadi rewel dan sedikit lemas," katanya.

Apalagi Wazza pulang sekolah pukul 13.00 Wita, sehingga memerlukan energi lebih dengan sarapan.

"Di sekolah memang ada sih dapat makan namun lebih baikjuga kan kalau mereka sarapan," katanya. (*)

Penulis: Khairil Rahim
Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help