Dokter Memutuskan Menyambung Lagi Lengan Pemuda yang Telah Diamputasi. Ini Alasannya

Usai menjalani operasi amputasi di Rumah Sakit Rashid, lengan pria tersebut diputuskan untuk disambung kembali.

Dokter Memutuskan Menyambung Lagi Lengan Pemuda yang Telah Diamputasi. Ini Alasannya
Bangka Pos
Ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Nahas dialami seorang pemuda dari Pakistan. Pria berusia 20 tahunan itu harus kehilangan lengan kanannya akibat mengalami kecelakaan kerja di Dubai.

Namun, usai menjalani operasi amputasi di Rumah Sakit Rashid, lengan pria tersebut diputuskan untuk disambung kembali.

Seperti dirilis situs Khaleejtimes.com, prosedur utama yang diperlukan tim multi-disiplin dokter dari Rumah Sakit Rashid di pembuluh darah, bedah tangan dan trauma bidang, lengan tersebut berhasil disambungkan usai menjalani operasi selama delapan jam.

"Pemuda tiba di bagian trauma pada 9 Oktober 2016 lalu, bersama dengan lengan kanannya, yang benar-benar diamputasi tepat di bawah bahu. Setelah mengevaluasi kasusnya, tim dokter memutuskan untuk memasang kembali lengannya, meskipun keparahan lukanya sangat berat. Kami ingin memberikan dia kesempatan hidup normal dengan semua anggota tubuhnya utuh," kata Dr Deena Al Qudra, Kepala Unit Bedah Vaskular di Rumah Sakit Rashid, Senin (24/10/2016).

Tim dokter yang melakukan operasi beranggotakan Dr Masoud Shafiei, spesialis bedah vaskuler senior, dan Dr Mohammad Sadeeq, konsultan bedah vaskuler, yang bertugas mengambungkan pembuluh darah lengan pasien.

Juga dilibatkan Dr Khalid Al Awadi, konsultan ahli bedah tangan yang bertugas menyambungkan tangan pasien dan ahli saraf, Dr Bilal El Yafawi, konsultan trauma, bertugas menyambungkan tulang pasien.

Pascaoperasi, pasien dilaporkan sudah dalam keadaan membaik dan saat ini sedang menjalani fisioterapi serta dipantau untuk memastikan bahwa ia tidak mengalami infeksi.

"Sementara fungsi bergerak dari lengan akan memakan waktu lama, dan fisioterapi agar fungsi motorik lengannya bisa kembali normal. Merekatkan kembali lengan itu akan membantu pasien secara psikologis mengatasi kecelakaan dan memiliki harapan untuk hidup normal, terutama mengingat usianya yang masih muda," kata Dr Qudra. (*)

Penulis: Yamani Ramlan
Editor: Yamani Ramlan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved