Seputar Kaltim

Waduh, Balikpapan Miliki Dokter Gigi Terbanyak Se-Kaltim Tapi

Kesadaran akan menjaga kesehatan gigi dan mulut di kalangan masyarakat Kota Balikpapan dinilai cenderung dikesampingkan.

Waduh, Balikpapan Miliki Dokter Gigi Terbanyak Se-Kaltim Tapi
TRIBUN KALTIM / ABDUL HAERAH
drg. Muhammad Husdiari, Ketua Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Balikpapan dan rombongan berfoto wefie bersama Pemimpin redaksi Tribun Kaltim, Abdul Haerah, saat bertandang ke kantor Tribun Kaltim, Selasa (25/10/16). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BALIKPAPAN - Kesadaran akan menjaga kesehatan gigi dan mulut di kalangan masyarakat Kota Balikpapan dinilai cenderung dikesampingkan.

Melihat ini, Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Balikpapan memiliki beberapa visi dan misi mulia untuk mengajak masyarakat mengubah kebiasaan buruk tersebut.

"Sudah menjadi tugas kami sebagai dokter gigi untuk memberikan edukasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesehatan gigi dan mulut," ujar drg. Muhammad Husdiari, Ketua PDGI Balikpapan saat bertandang ke Tribunkaltim.co, Selasa (25/10/2016).

Sesuai dengan harapan yang ingin direalisasikan oleh PDGI Balikpapan, dalam pertemuan ini dokter gigi yang bisa di sapa drg Ari mengungkapkan bahwa Kota Balikpapan memiliki tenaga medis, terutama dokter gigi, terbanyak di Kalimantan Timur.

"Total keseluruhan dari data yang kami miliki tercatat terdapat 180 dokter gigi di Balikpapan, terdiri dari dokter gigi umum dan spesialis," kata drg Ari.

Dokter yang bertugas di RS Pertamina ini mengungkapkan Balikpapan memiliki dokter spesialis gigi paling lengkap mengalahkan Samarinda.

Khusus untuk dokter spesialis bedah mulut (SpBM) saja, di Balikpapan terdapat tujuh orang tenaga medis yang ahli dibidangnya.

Selain membahas mengenai program PDGI Balikpapan untuk meningkatkan ksadaran akan kesehatan gigi dan mulut, pertemuan ini juga membahas mengenai dampak lesunya perekonomian Kalimantan Timur akibat anjloknya harga batubara dan Migas yang berimbas pula di bidang kesehatan.

Masih menurut penuturan drg. Ari, pihaknya merasakan dampaknya.

Bahkan akibat lesunya ekonomi yang sedang terjadi ini, mengakibatkan penurunan pendapatan di bidang kesehatan sekitar 20-30%.

Halaman
12
Editor: Ernawati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help