Ranjau Sisa Perang Dunia di Selat Laut Kotabaru Diledakkan

Ranjau buatan Jerman yang masih aktif dan berdaya ledak cukup dahsyat dengan radius aman minimal 75 meter itu saat diledakan membuat semburan air laut

Ranjau Sisa Perang Dunia di Selat Laut Kotabaru Diledakkan
banjarmasinpost.co.id/helriansyah
Ranjau di Selat Laut Kotabaru diledakkan oleh TNI AL 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Empat dari sembilan titik terdeteksi ranjau sisa perang dunia kedua dan tersebar di beberapa lokasi menjadi alur pembangunan jembatan penghubung Pulaulaut (Kotabaru) dengan Pulau Kalimantan (Tanahbumbu) akhirnya diledakan. Peledakan dilakukan oleh tim dari personel KRI Pulau Raas 722, Kamis (27/10).

Ranjau buatan Jerman yang masih aktif dan berdaya ledak cukup dahsyat dengan radius aman minimal 75 meter itu saat diledakan, membuat semburan air laut membentuk seperti gunung es. Selain saat dilakukan netralisaai ledakan ranjau sempat mengangkat tanah di dasar laut.

Dansatran Koarmatim KRI Pulau Raas 722 Kolonel Laut (P) Bayu Dwi Kuncoro mengakui, sebanyak empat buah dari sembilan yang terdeteksi ranjau, merupakan ranjau peninggalan Belanda dan Jepang pada jaman perang dunia II.

Menurut Bayu, total waktu netralisasi dilakukan adalah 18 hari. Karena diakuinya di perairan tersebut merupakan daerah ranjau berdasarkan pengamatan di peta yang diserahkan pihak belanda dan jepang setelah berakhirnya perang.

Ditambahkan dia, jenis ranjau yang dinetralisasi adalah jenis ranjau laut (AMD 500-1.000) dengan bobot 500 sampai 1.000 kilogram.

"Radius aman antara 75 sampai 100 meter. Bisa dilihat saat netralisasi tadi dilakukan. Ya memang sebelumnya aman, tapi daerah ini merupakan daerah ranjau," jelas Bayu kepada awak media usai pelaksanaan netralisasi ranjau di titik kedua.

Peledakan langsung disaksikan Bupati Kotabaru Sayed Jafar beserta jajaran dan unsur Forkopinda. (*)

Penulis: Herliansyah
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved