Insan Muda Banua

Aditya Mufti Ariffin: Jangan Minder jadi yang Muda

Tentu masa muda Opi ini sudah sukses di dunia politik bukan sulap, tapi menurutnya adalah tergantu semangat dan kemauan.

Aditya Mufti Ariffin: Jangan Minder jadi yang Muda
Istimewa
Muhammad Aditya Mufti Ariffin dan istri. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Muda yang berkarya. Di level nasional dalam dunia politik urang banua, salah satunya ada nama Muhammad Aditya Mufti Ariffin.

Siapa yang tidak kenal sosoknya yang juga anak dari mantan Gubernur Kalsel, Rudy Arrifin. Pria 21 Maret 1984 ini juga dikenal dan tercatat sebagai anggota DPR-RI termuda tahun pengabdian 2009-2014 di komisi III DPR RI.

Hebatnya, pemuda yang akrab disapa Opi ini di Banua juga sebagai tercatat sebagai ketua partai politik atau menjadi ketua DPW PPP Kalsel di usia 23.

Jika dibandingkan dengan parpol lainnya di Kalsel, Aditya masih muda belia. Tentu masa muda Opi ini sudah sukses di dunia politik bukan sulap, tapi menurutnya adalah tergantu semangat dan kemauan.

Berikut petikan wawancana wartawan Banjarmasin Post dengan Aditya Mufti Ariffin.

Bagaimana pandangan Anda sendiri soal politik, dan mengapa Anda menyukainya?
Jadi kalau politik ini anggaplah adalah suatu seni. Yakni seni dalam berorganisasi dan bermasyarakat. tergantung cara kita membangun image, tergantung cara kita bagaimana pendekatan kepada masyarakat. Karena bagaimanapun satu suara bagi seorang politisi itu adalah suatu hal yang berharga dan sangat menentukan. Misalkan di Polkada atau Pileg.

Anda sekarang juga duduk di DPR RI, di sempat dinobatkkan sebagai tokoh muda di senanyan, bagaimana tantangannya?
Pertama, jujur menjadi orang muda itu ketika dulu sempat minder. Mindernya karena kurang pengalaman jam terbang masih kurang. Tapi hal itu bukan menjadi hambatan, justru itu dijadikan motivasi saya harus bisa dan sesuai semboyan kalau orang bisa mengapa kita tidak bisa. Tujukkalah yang muda itu keratif dan yang muda itu inovatif. Yang muda itu mengikuti perkembangan zaman.

Berapa lama sempat penyesuaian ketika duduk di Senayan?
Opi: Kalau saya dulu sebentar saja. tidak terlalu lama. Ya intinya tergantung kemauan dan semangat kita saja ikuti rapat dan berinteraksi jadi cepat saja.

Apa sih sebenarnya misi Anda terjun ke dunia politik?
Pertama, kita ingin berbakti, maksudnya ingin berbuat yang lebih baik kepada daerah. Memang untuk berbuat baik kepada daerah ini tidak mesti di politik, bisa saja di dunia usaha. Akan tetapi inilah yang saya ambil di dunai politik ingin berbuat sesuatu untuk daerah. karena masih banyak yang harus dibenahi untuk daerah kita. masih cukup banyak PR PR yang musti diselesaikan untuk banua kita.

Terkait makna sumpah pemda sendiri?
Pemuda itu adalah pertama merupakan aset bangsa. Kedua adalah generasi penerus kepemimpinan di Bangsa kita, baik di daerah atau di Provinsi. Jadi generasi muda itu jangan memble, jangan patah arang. Pokoknya terus bersemangat untuk menciptakan dan terus berkarya untuk bangsa kita. Jangan karena ada suatu halangan sedikit saja itu menjadi halangan yang cukup besar.

Menjadi ketua partai termuda, bagaimana respon Anda?
Ini adalah tantangan, dan ini harus dijadikan motivasi. Umur kalau kita melihat yang lain di atas 40 an lah. Namun usia jangan dijadikan kita menjadi minder lah. (lis)

Biofile
Nama: Muhammad Aditya Mufti Ariffin
Tanggal Lahir: 21 Maret 1984

Pendidikan:
- Alumni jurusan hukum Universitas Lambung Mangkurat lulus 2007.
- Program pascasarjana magister kenoktariatan di ULM

Riwayat organisasi:
- Sebagai anggota DPR-RI termuda tahun pengabdian 2009-2014 di komisi III.

Karier:
- Komisaris CV Aditama (sejak 2006), Komisaris PT Bara Aditama Sejahtera

Editor: Yamani Ramlan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved