Seputar Kaltim

Togel Marak di Samarinda, Bandarnya Masih Berkeliaran  

Sebagian warga Kota Tepian (sebutan Samarinda) ternyata masih gemar mencari keuntungan dengan instan, dengan melakukan tindak pidana perjudi

Togel Marak di Samarinda, Bandarnya Masih Berkeliaran   
HO/tribun kaltim
Pelaku bersama barang bukti kasus tindak pidana perjudian, saat berada di Mapolsekta Samarinda Seberang, Minggu (30/10/2016). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, SAMARINDA - Sebagian warga Kota Tepian (sebutan Samarinda) ternyata masih gemar mencari keuntungan dengan instan, dengan melakukan tindak pidana perjudian jenis toto gelap (togel).

Kepolisian dari Polsekta Samarinda Seberang berhasil mengamankan salah satu pengecer judi togel, pada sabtu (29/10/2016) kemarin, di Jalan Mangkupalas, Samarinda Seberang.

Pelaku yang bernama Kapriyanto (22), diamankan di kediamannya.

Dari pelaku, aparat mengamankan barang bukti berupa buku rekapan, handphone, kalkulator, penggaris dan uang tunai senilai Rp 20 ribu.

Dari pengakuan pelaku, dirinya tidak perlu mendatangi pembeli atau pembeli mendatangi dirinya untuk memesan nomor maupun memasang nilai uang.

Pembeli hanya perlu memesan melalui pesan singkat ke nomor handphone pelaku.

"Jadi pembali cukup memesan lewat SMS saja, tidak perlu datangi saya. Untuk pembayarannya, pembeli akan membayarkan setelah nomor undian terundi, dan hasil pembayarannya akan saya setorkan lagi," ucap pemuda pengangguran itu, Minggu (30/10/2016).

Dia pun mengaku mendapat bayaran dari bandar sebesar 10 persen setiap penjualan nomor undian.

Sekali menyetorkan uang, dirinya bisa mengumpulkan uang hingga Rp 2 juta.

Sementara itu, Kapolresta Samarinda, Kombes Pol M Setyobudi, melalui Kasubag Humas Polres, Iptu Hardi menjelaskan, tangkapan tersebut merupakan hasil lidik dari jajaran kepolisian Polsekta Samarinda Seberang.

Berkat adanya laporan warga, petugas berhasil mengamankan salah satu kaki tangan bandar judi togel.

"Saat ini kami masih mengejar yang diduga sebagai bandar, nama sudah kami kantongi, dan saat ini masih dalam proses lidik pelaku. Tak dipungkuri memang masih adanya jenis judi ini karena memang cukup digemari warga," ungkapnya.

Pelaku pun dijerat pasal 303 KUHP tentang perjudian, dengan ancama kurungan paling lama 10 tahun penjara. (*)

Editor: Ernawati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved