Petani di HSU Panen Padi Lebih Awal Karena Takut Membusuk Akibat Terendam

Memasuki bulan November bari 13.000 hektar yang telah dipanen, padahal saat ini sudah mulai musim penghujan.

Petani di HSU Panen Padi Lebih Awal Karena Takut Membusuk Akibat Terendam
banjarmasinpost.co.id/ibrahim ashabirin
Ilustrasi- Petani di kampung Timbaan, Tapin saat panen padi, Selasa (3/3/2015). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Tahun 2016 lahan tanam pertanian di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) seluas 25.282 hektar, jumlah ini memang mengalami penurunan mengingat musim kemarau lebih pendek dari tahun lalu.

Hal ini disebabkan karena mayoritas lahan pertanian di Kabupaten HSU berupa daerah rawa sehingga hanya mampu tanam saat musim kemarau.

Memasuki bulan November bari 13.000 hektare yang telah dipanen, padahal saat ini sudah mulai musim penghujan.

Kepala Dinas Pertanian Ilman Hadi mengatakan hingga saat ini petani masih berharap agar debit air tidak naik dan membanjiri persawahan karena dapat mengganggu proses panen.

Sebagian petani memang sudah ada yang memanen padi meskipun masih belum cukup umur karena khawatir padi membusuk akibat genangan air di persawahan.

"Ada laporan adanya petani yang memanen lebih awal di Kecamatan Haur Gading, Amuntai Selatan dan Amuntai Utara. Hal ini dikhawatirkan dapat mengurangi target produksi padi yaitu 5.8 ton perhektar," ujarnya, Jumat (4/11). (*)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved