NEWSVIDEO

Berdalih untuk Semangat Kerja Dua Pemuda Pakai Sabu dari Duit Patungan

Sempat berusaha membuang sabu yang tersimpan dalam kotak rokok, Misran alias Panjul (24) dan Aidil alias Idil (26), kini tak bisa berkutik lagi

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Sempat berusaha membuang sabu yang tersimpan dalam kotak rokok, Misran alias Panjul (24) dan Aidil alias Idil (26), kini tak bisa berkutik lagi.

Soalnya, saat membuang barang bukti tersebut, ulah keduanya terlihat petugas dari Satnarkoba Polres Tabalong.

Kotak rokok yang dilempar berhasil ditemukan petugas dan di dalamnya didapati ada sepaket sabu-sabu.

Sabu yang ditaruh di dalam kotak rokok tersebut juga masih disembunyikan lagi dengan kertas timah rokok yang dilakban.

Akibat adanya barang bukti itu, kini sudah tiga hari mereka berdua harus merasakan dinginnya sel di Mapolres Tabalong.

Aidil yang ditemui, Jumat (4/11/2016) pagi, mengatakan, saat itu beli sabu karena mau memakai bersama dengan Misran.

"Sabunya beli dengan duit patungan," ujar Aidil yang tercatat sebagai warga Desa Seradang Kecamatan Haruai, Tabalong

Aidil sendiri mengaku dirinya memakai sabu agar bisa lebih semangat dalam melakukan pekerjaan.

Namun belum sempat memakai, dirinya dan Misran yang tercatat sebagai warga Desa Catur Karya Kecamatan Haruai, Tabalong, keburu ditangkap.

Kapolres Tabalong AKBP Zuhdi Batubara melalui Kasatnarkoba AKP Yuda K Pardede, dikonfirmasi, Jumat (4/11/2016) pagi, mengatakan, kedua pelaku dibekuk empat hari yang lalu.

Saat itu kedua pelaku sudah diintai dan ketika berada di sekitar Mabuun, kecamatan Murung Pudak, langsung dibekuk.

Kedua pelaku sendiri ketika mengetahui ada polisi berupaya membuang sabu yang disimpan di dalam kotak rokok.

"Tapi kita melihat dan berhasil menemukannya barang bukti berupa 1 paket serbuk bening yang diduga sabu seberat 0.31 gram," jelasnya.

Selain itu barang bukti lainnya yang didapat berupa 1 buah hp Nokia warna putih, 1 buah hp blackberry warna hitam dan uang sebesar Rp.20 ribu. (Banjarmasin Post/Dony Usman))

Penulis: Dony Usman
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help