Kasus Dugaan Penistaan Agama

Ternyata Pemprov dan Media NKRI Juga Unggah Video Ahok Ini Kata Buni Yani

Menurutnya dalam sebuah konferensi persi di Jakarta, Senin (7/11/2016), adalah Pemprov DKI Jakarta melalui laman resminya yang lebih dulu mengunggah

Ternyata Pemprov dan Media NKRI Juga Unggah Video Ahok Ini Kata Buni Yani
tribunnews.com
Terlapor kasus dugaan pengeditan video Ahok, Buni Yani (tengah) bersama pendukungnya, seperti Munarman menggelar jumpa pers di Jakarta, Senin (7/11/2016). Buni Yani membantah telah melakukan pengeditan video serta menyayangkan komentar dari pihak kepolisian yang menyebutkan dirinya berpotensi menjadi tersangka meskipun belum pernah diperiksa. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Buni Yani membantah sebagai orang yang pertama mengunggah video pernyataan Ahok yang kini menjadi kontroversi.

Menurutnya dalam sebuah konferensi persi di Jakarta, Senin (7/11/2016), adalah Pemprov DKI Jakarta melalui laman resminya yang lebih dulu mengunggah video pernyataan Ahok di Pulau Seribu pada 24 September lalu dengan durasi 1 jam 40 menit.

Namun, Buni tidak mengambil video yang bersumber dari laman Pemprov DKI Jakarta itu. Video yang diunggah ke akun facebook-nya itu berdurasi 31 detik dan bersumber dari laman media NKRI.

Oleh karena itu, ia membantah melakukan pemotongan atau menyunting atau mengedit materi video tersebut dari 1 jam 40 menit menjadi 31 detik sebelum mengunggah ke akun facebook-nya.

Bahkan, Buni Yani dalam konferensi pers ini bersumpah demi Allah tidak melakukan itu.
"Saya sama sekali tidak mengubah apa-apa dari video. Saya bersaksi demi Allah, ini urusannya dengan Allah, dunia akhirat. Saya bersumpah demi Allah tidak mengubah apa-apa di dalam video tersebut. Sama sekali tidak," ucap Buni Yani dengan mengangkat jari telunjuknya.

Meski sebagai dosen, Buni Yani mengatakan dirinya tidak mempunyai alat dan kemampuan untuk mengedit video. Ia jug tak punya banyak waktu untuk melakukan proses tersebut mengingat mengajar di kampus hampir seminggu penuh.

"Keempat, saya juga tidak punya kepentingan untuk apa saya harus memotong video tersebut. Tidak ada alasan saya untuk memotong," kata Buni.

Namun, Buni Yani tidak menjelaskan alasan dirinya tidak memasukkan kata 'dipakai' di dalam tulisan transkripnya itu. Menurutnya, yang lebih penting adalah dirinya tidak melakukan perubahan apapun terhadap materi yang ada di video yang diunggahnya.

Buni mengaku tidak melakukan pengubahan materi di video karena mengetahui adanya Undang-undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), UU tentang Penyiaran dan UU tentang Pers.

"Jadi, kalau saya melakukan itu memang saya pantas masuk penjara. Tetapi, saya tidak melakukan itu, sama sekali tidak melakukan itu, mengubah isi dari video tersebut," ujarnya.

Lantas, ia membantah tujuannya mengunggah video pidato Ahok tersebut untuk menyebarkan kebencian dan provokasi karena mengandung SARA. Tujuannya mengunggah video itu hanya sebagai bahan diskusi dengan teman facebook dan kritik untuk Ahok.

Editor: Didik Trio
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved