Jendela Dunia

Warga Amerika Saling Unfriend di Facebook

Seiring kemenangan tokoh publik, para pendukungnya ramai-ramai menyuarakan suka cita hingga obsesinya melalui media sosial.

Warga Amerika Saling Unfriend di Facebook
VULCAN POST
Facebook 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Pasca pengumuman Donald Trump sebagai pemenang pemilihan umum (Pemilu) Presiden Amerika Serikat (AS) 2016, para pengguna Facebook di AS merasa gerah dengan postingan-postingan teman-teman yang muncul di timeline.

Karena rasa gerah itu, mereka pun menyortir ulang daftar teman, unfriend, atau memutus hubungan pertemanan mereka di Facebook.Sementara yang lain memilih menekan tombol mute notifications.

Tindakan tersebut terjadi bukan tanpa alasan. Seiring kemenangan tokoh publik, para pendukungnya ramai-ramai menyuarakan suka cita hingga obsesinya melalui media sosial. Ini fenomena yang jamak terjadi di mana-mana.

Facebook, dengan total sekitar 1,5 miliar orang pengguna dari seluruh dunia, tentu merupakan salah satu lahan tempat bertebarannya suara-suara tersebut.

Dan bagi pendukung kubu berlawanan atau orang-orang yang mungkin netral, suara itu tak selalu menyenangkan.

“Saya unfriend sekitar 10 orang hari ini karena tidak mau melihat perayaan kemenangan Trump dalam status mereka. Saya juga unfriend dua orang lain, termasuk bibi saya, karena mereka menulis komentar pro Trump dalam status sedih saya mengenai Hillary,” kata Lauren sebagaimana dilansir dari Chicago Tribune, Kamis (10/11/2016).

“Saya unfriend kakak dan adik ipar saya hari ini. Saya sudah tahu mereka pendukung Trump, bukan disebabkan mereka tidak menyenangkan, tapi karena melihat posts serta likes mereka justru membuat saya makin merasa betapa kami ternyata berbeda,” imbuh Laura Fitch, warga Chicago yang juga pendukung Hillary.

Lauren dan Laura hanyalah dua dari sekian banyak warga AS, sekaligus pengguna Facebook yang memilih tombol unfriend pasca kemenangan Trump.

Selain mereka, masih ada warga lain yang berkeputusan sama, namun dengan alasan berbeda. Intinya, karena reaksi yang terlalu heboh dari pendukung Hillary maupun Trump.

“Reaksi kedua kubu sama-sama terlalu berlebihan. Saya tidak akan menyebut tindakan mereka jahat, karena rasanya tidak banyak niat buruk di dalamnya. Tapi saya pilih unfriend karena mereka terus-menerus mengunggah berita politik dan tidak bisa bersikap sopan,” terang Adam Kmiec, warga Chicago yang menolak menyebutkan calon yang didukungnya.

“Saya malah melihat ada banyak rasa kecewa dan kebahagiaan. Banyak juga ketidakpastian, serta rasa kaget,” imbuh Ashvin Lad, warga Chicago lain.

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved